1st Ayah 1 الأية ١الأوليبِسْم ِ اللهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْمُبِينِ
Alif-lam-ra tilka ayatualkitabi almubeen
Indonesian
Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah).
|
Ayah 12:2 الأية
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
Inna anzalnahu qur-ananAAarabiyyan laAAallakum taAAqiloon
Indonesian
Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu
memahaminya.
|
Ayah 12:3 الأية
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَٰذَا
الْقُرْآنَ وَإِن كُنتَ مِن قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ
Nahnu naqussu AAalayka ahsanaalqasasi bima awhayna ilayka hathaalqur-ana wa-in
kunta min qablihi lamina alghafileen
Indonesian
Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini
kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk
orang-orang yang belum mengetahui.
|
Ayah 12:4 الأية
إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا
وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ
Ith qala yoosufu li-abeehi yaabati innee raaytu ahada AAashara kawkaban
washshamsawalqamara raaytuhum lee sajideen
Indonesian
(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku
bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud
kepadaku".
|
Ayah 12:5 الأية
قَالَ يَا بُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَىٰ إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا لَكَ
كَيْدًا ۖ إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلْإِنسَانِ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Qala ya bunayya la taqsusru/yaka AAala ikhwatika fayakeedoo laka kaydan
innaashshaytana lil-insani AAaduwwun mubeen
Indonesian
Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada
saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu.
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia".
|
Ayah 12:6 الأية
وَكَذَٰلِكَ يَجْتَبِيكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِن تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ
وَيُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَعَلَىٰ آلِ يَعْقُوبَ كَمَا أَتَمَّهَا عَلَىٰ
أَبَوَيْكَ مِن قَبْلُ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Wakathalika yajtabeeka rabbukawayuAAallimuka min ta/weeli al-ahadeethi
wayutimmuniAAmatahu AAalayka waAAala ali yaAAqooba kamaatammaha AAala abawayka
min qablu ibraheemawa-ishaqa inna rabbaka AAaleemun hakeem
Indonesian
Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya
kepadamu sebahagian dari ta'bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya
kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan
nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak.
Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
|
Ayah 12:7 الأية
لَّقَدْ كَانَ فِي يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِ آيَاتٌ لِّلسَّائِلِينَ
Laqad kana fee yoosufa wa-ikhwatihi ayatunlissa-ileen
Indonesian
Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan
saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.
|
Ayah 12:8 الأية
إِذْ قَالُوا لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَىٰ أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ
عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ
Ith qaloo layoosufu waakhoohu ahabbuila abeena minna wanahnu AAusbatuninna abana
lafee dalalin mubeen
Indonesian
(Yaitu) ketika mereka berkata: "Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya
(Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita
(ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam
kekeliruan yang nyata.
|
Ayah 12:9 الأية
اقْتُلُوا يُوسُفَ أَوِ اطْرَحُوهُ أَرْضًا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ
وَتَكُونُوا مِن بَعْدِهِ قَوْمًا صَالِحِينَ
Oqtuloo yoosufa awi itrahoohuardan yakhlu lakum wajhu abeekum watakoonoo min
baAAdihiqawman saliheen
Indonesian
Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia kesuatu daerah (yang tak dikenal) supaya
perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi
orang-orang yang baik".
|
Ayah 12:10 الأية
قَالَ قَائِلٌ مِّنْهُمْ لَا تَقْتُلُوا يُوسُفَ وَأَلْقُوهُ فِي غَيَابَتِ
الْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ السَّيَّارَةِ إِن كُنتُمْ فَاعِلِينَ
Qala qa-ilun minhum lataqtuloo yoosufa waalqoohu fee ghayabati aljubbi
yaltaqithubaAAdu assayyarati in kuntum faAAileen
Indonesian
Seorang diantara mereka berkata: "Janganlah kamu bunuh Yusuf, tetapi masukkanlah
dia ke dasar sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir, jika kamu
hendak berbuat".
|
Ayah 12:11 الأية
قَالُوا يَا أَبَانَا مَا لَكَ لَا تَأْمَنَّا عَلَىٰ يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُ
لَنَاصِحُونَ
Qaloo ya abana malaka la ta/manna AAala yoosufa wa-innalahu lanasihoon
Indonesian
Mereka berkata: "Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami
terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingini
kebaikan baginya.
|
Ayah 12:12 الأية
أَرْسِلْهُ مَعَنَا غَدًا يَرْتَعْ وَيَلْعَبْ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
Arsilhu maAAana ghadan yartaAAwayalAAab wa-inna lahu lahafithoon
Indonesian
Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang
dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya".
|
Ayah 12:13 الأية
قَالَ إِنِّي لَيَحْزُنُنِي أَن تَذْهَبُوا بِهِ وَأَخَافُ أَن يَأْكُلَهُ
الذِّئْبُ وَأَنتُمْ عَنْهُ غَافِلُونَ
Qala innee layahzununee an thathhaboobihi waakhafu an ya/kulahu aththi/buwaantum
AAanhu ghafiloon
Indonesian
Berkata Ya'qub: "Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku
dan aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala, sedang kamu lengah dari
padanya".
|
Ayah 12:14 الأية
قَالُوا لَئِنْ أَكَلَهُ الذِّئْبُ وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّا إِذًا لَّخَاسِرُونَ
Qaloo la-in akalahu aththi/buwanahnu AAusbatun inna ithan lakhasiroon
Indonesian
Mereka berkata: "Jika ia benar-benar dimakan serigala, sedang kami golongan
(yang kuat), sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang merugi".
|
Ayah 12:15 الأية
فَلَمَّا ذَهَبُوا بِهِ وَأَجْمَعُوا أَن يَجْعَلُوهُ فِي غَيَابَتِ الْجُبِّ ۚ
وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ لَتُنَبِّئَنَّهُم بِأَمْرِهِمْ هَٰذَا وَهُمْ لَا
يَشْعُرُونَ
Falamma thahaboo bihiwaajmaAAoo an yajAAaloohu fee ghayabati aljubbi
waawhaynailayhi latunabi-annahum bi-amrihim hatha wahum layashAAuroon
Indonesian
Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur (lalu
mereka masukkan dia), dan (di waktu dia sudah dalam sumur) Kami wahyukan kepada
Yusuf: "Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini,
sedang mereka tiada ingat lagi".
|
Ayah 12:16 الأية
وَجَاءُوا أَبَاهُمْ عِشَاءً يَبْكُونَ
Wajaoo abahum AAishaanyabkoon
Indonesian
Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis.
|
Ayah 12:17 الأية
قَالُوا يَا أَبَانَا إِنَّا ذَهَبْنَا نَسْتَبِقُ وَتَرَكْنَا يُوسُفَ عِندَ
مَتَاعِنَا فَأَكَلَهُ الذِّئْبُ ۖ وَمَا أَنتَ بِمُؤْمِنٍ لَّنَا وَلَوْ كُنَّا
صَادِقِينَ
Qaloo ya abanainna thahabna nastabiqu wataraknayoosufa AAinda mataAAina
faakalahu aththi/buwama anta bimu/minin lana walaw kunna sadiqeen
Indonesian
Mereka berkata: "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan
kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala;
dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah
orang-orang yang benar".
|
Ayah 12:18 الأية
وَجَاءُوا عَلَىٰ قَمِيصِهِ بِدَمٍ كَذِبٍ ۚ قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ
أَنفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ وَاللهُ الْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا
تَصِفُونَ
Wajaoo AAala qameesihibidamin kathibin qala bal sawwalat lakum anfusukumamran
fasabrun jameelun wallahu almustaAAanuAAala ma tasifoon
Indonesian
Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Ya'qub
berkata: "Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang
buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah
yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan".
|
Ayah 12:19 الأية
وَجَاءَتْ سَيَّارَةٌ فَأَرْسَلُوا وَارِدَهُمْ فَأَدْلَىٰ دَلْوَهُ ۖ قَالَ يَا
بُشْرَىٰ هَٰذَا غُلَامٌ ۚ وَأَسَرُّوهُ بِضَاعَةً ۚ وَاللهُ عَلِيمٌ بِمَا
يَعْمَلُونَ
Wajaat sayyaratun faarsaloo waridahumfaadla dalwahu qala ya bushra hathaghulamun
waasarroohu bidaAAatan wallahuAAaleemun bima yaAAmaloon
Indonesian
Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir, lalu mereka menyuruh seorang
pengambil air, maka dia menurunkan timbanya, dia berkata: "Oh; kabar gembira,
ini seorang anak muda!" Kemudian mereka menyembunyikan dia sebagai barang
dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
|
Ayah 12:20 الأية
وَشَرَوْهُ بِثَمَنٍ بَخْسٍ دَرَاهِمَ مَعْدُودَةٍ وَكَانُوا فِيهِ مِنَ
الزَّاهِدِينَ
Washarawhu bithamanin bakhsin darahimamaAAdoodatin wakanoo feehi mina azzahideen
Indonesian
Dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa dirham saja,
dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf.
|
Ayah 12:21 الأية
وَقَالَ الَّذِي اشْتَرَاهُ مِن مِّصْرَ لِامْرَأَتِهِ أَكْرِمِي مَثْوَاهُ عَسَىٰ
أَن يَنفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا ۚ وَكَذَٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِي
الْأَرْضِ وَلِنُعَلِّمَهُ مِن تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ ۚ وَاللهُ غَالِبٌ عَلَىٰ
أَمْرِهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Waqala allathee ishtarahumin misra limraatihi akrimee mathwahu AAasaan
yanfaAAana aw nattakhithahu waladan wakathalikamakkanna liyoosufa fee al-ardi
walinuAAallimahu minta/weeli al-ahadeethi wallahu ghalibunAAala amrihi walakinna
akthara annasila yaAAlamoon
Indonesian
Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada isterinya: "Berikanlah kepadanya
tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi dia bermanfaat kepada kita atau kita
pungut dia sebagai anak". Dan demikian pulalah Kami memberikan kedudukan yang
baik kepada Yusuf di muka bumi (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya ta'bir
mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada
mengetahuinya.
|
Ayah 12:22 الأية
وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي
الْمُحْسِنِينَ
Walamma balagha ashuddahu ataynahuhukman waAAilman wakathalika najzee
almuhsineen
Indonesian
Dan tatkala dia cukup dewasa Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah
Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
|
Ayah 12:23 الأية
وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَن نَّفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ
وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ اللهِ ۖ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ
مَثْوَايَ ۖ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ
Warawadat-hu allatee huwa fee baytihaAAan nafsihi waghallaqati al-abwaba waqalat
haytalaka qala maAAatha Allahi innahu rabbee ahsanamathwaya innahu la yuflihu
aththalimoon
Indonesian
Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk
menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata:
"Marilah ke sini". Yusuf berkata: "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku
telah memperlakukan aku dengan baik". Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada
akan beruntung.
|
Ayah 12:24 الأية
وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَن رَّأَىٰ بُرْهَانَ رَبِّهِ ۚ
كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا
الْمُخْلَصِينَ
Walaqad hammat bihi wahamma biha lawlaan raa burhana rabbihi kathalika
linasrifaAAanhu assoo-a walfahshaa innahumin AAibadina almukhlaseen
Indonesian
Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf,
dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak
melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya
kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang
terpilih.
|
Ayah 12:25 الأية
وَاسْتَبَقَا الْبَابَ وَقَدَّتْ قَمِيصَهُ مِن دُبُرٍ وَأَلْفَيَا سَيِّدَهَا
لَدَى الْبَابِ ۚ قَالَتْ مَا جَزَاءُ مَنْ أَرَادَ بِأَهْلِكَ سُوءًا إِلَّا أَن
يُسْجَنَ أَوْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Wastabaqa albabawaqaddat qameesahu min duburin waalfaya sayyidahalada albabi
qalat ma jazao manarada bi-ahlika soo-an illa an yusjana aw AAathabunaleem
Indonesian
Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf
dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka
pintu. Wanita itu berkata: "Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud
berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab
yang pedih?"
|
Ayah 12:26 الأية
قَالَ هِيَ رَاوَدَتْنِي عَن نَّفْسِي ۚ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِّنْ أَهْلِهَا إِن
كَانَ قَمِيصُهُ قُدَّ مِن قُبُلٍ فَصَدَقَتْ وَهُوَ مِنَ الْكَاذِبِينَ
Qala hiya rawadatnee AAannafsee washahida shahidun min ahliha in kanaqameesuhu
qudda min qubulin fasadaqat wahuwa minaalkathibeen
Indonesian
Yusuf berkata: "Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)", dan
seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: "Jika baju
gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang
yang dusta.
|
Ayah 12:27 الأية
وَإِن كَانَ قَمِيصُهُ قُدَّ مِن دُبُرٍ فَكَذَبَتْ وَهُوَ مِنَ الصَّادِقِينَ
Wa-in kana qameesuhu qudda minduburin fakathabat wahuwa mina assadiqeen
Indonesian
Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan
Yusuf termasuk orang-orang yang benar".
|
Ayah 12:28 الأية
فَلَمَّا رَأَىٰ قَمِيصَهُ قُدَّ مِن دُبُرٍ قَالَ إِنَّهُ مِن كَيْدِكُنَّ ۖ إِنَّ
كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌ
Falamma raa qameesahuqudda min duburin qala innahu min kaydikunna innakaydakunna
AAatheem
Indonesian
Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang
berkatalah dia: "Sesungguhnya (kejadian) itu adalah diantara tipu daya kamu,
sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar".
|
Ayah 12:29 الأية
يُوسُفُ أَعْرِضْ عَنْ هَٰذَا ۚ وَاسْتَغْفِرِي لِذَنبِكِ ۖ إِنَّكِ كُنتِ مِنَ
الْخَاطِئِينَ
Yoosufu aAArid AAan hatha wastaghfireelithanbiki innaki kunti mina alkhati-een
Indonesian
(Hai) Yusuf: "Berpalinglah dari ini, dan (kamu hai isteriku) mohon ampunlah atas
dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah".
|
Ayah 12:30 الأية
وَقَالَ نِسْوَةٌ فِي الْمَدِينَةِ امْرَأَتُ الْعَزِيزِ تُرَاوِدُ فَتَاهَا عَن
نَّفْسِهِ ۖ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا ۖ إِنَّا لَنَرَاهَا فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ
Waqala niswatun fee almadeenatiimraatu alAAazeezi turawidu fataha AAannafsihi
qad shaghafaha hubban inna lanarahafee dalalin mubeen
Indonesian
Dan wanita-wanita di kota berkata: "Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk
menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu
adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang
nyata".
|
Ayah 12:31 الأية
فَلَمَّا سَمِعَتْ بِمَكْرِهِنَّ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِنَّ وَأَعْتَدَتْ لَهُنَّ
مُتَّكَأً وَآتَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِّنْهُنَّ سِكِّينًا وَقَالَتِ اخْرُجْ
عَلَيْهِنَّ ۖ فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ
وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا هَٰذَا بَشَرًا إِنْ هَٰذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ
Falamma samiAAat bimakrihinna arsalatilayhinna waaAAtadat lahunna muttakaan
waatat kulla wahidatinminhunna sikkeenan waqalati okhruj AAalayhinna
falammaraaynahu akbarnahu waqattaAAna aydiyahunna waqulna hashalillahi ma hatha
basharan in hathailla malakun kareem
Indonesian
Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnyalah
wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya
kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia
berkata (kepada Yusuf): "Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka". Maka
tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa)nya,
dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: "Maha sempurna Allah, ini
bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia".
|
Ayah 12:32 الأية
قَالَتْ فَذَٰلِكُنَّ الَّذِي لُمْتُنَّنِي فِيهِ ۖ وَلَقَدْ رَاوَدتُّهُ عَن
نَّفْسِهِ فَاسْتَعْصَمَ ۖ وَلَئِن لَّمْ يَفْعَلْ مَا آمُرُهُ لَيُسْجَنَنَّ
وَلَيَكُونًا مِّنَ الصَّاغِرِينَ
Qalat fathalikunna allatheelumtunnanee feehi walaqad rawadtuhu AAan nafsihi
fastAAsamawala-in lam yafAAal ma amuruhu layusjanannawalayakoonan mina
assaghireen
Indonesian
Wanita itu berkata: "Itulah dia orang yang kamu cela aku karena (tertarik)
kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya
(kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa
yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan
termasuk golongan orang-orang yang hina".
|
Ayah 12:33 الأية
قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا
تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُن مِّنَ الْجَاهِلِينَ
Qala rabbi assijnu ahabbuilayya mimma yadAAoonanee ilayhi wa-illa tasrifAAannee
kaydahunna asbu ilayhinna waakun mina aljahileen
Indonesian
Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan
mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka,
tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku
termasuk orang-orang yang bodoh".
|
Ayah 12:34 الأية
فَاسْتَجَابَ لَهُ رَبُّهُ فَصَرَفَ عَنْهُ كَيْدَهُنَّ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ
الْعَلِيمُ
Fastajaba lahu rabbuhu fasarafaAAanhu kaydahunna innahu huwa assameeAAu
alAAaleem
Indonesian
Maka Tuhannya memperkenankan doa Yusuf dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu
daya mereka. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
|
Ayah 12:35 الأية
ثُمَّ بَدَا لَهُم مِّن بَعْدِ مَا رَأَوُا الْآيَاتِ لَيَسْجُنُنَّهُ حَتَّىٰ
حِينٍ
Thumma bada lahum min baAAdi maraawoo al-ayati layasjununnahu hatta heen
Indonesian
Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran
Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai sesuatu waktu.
|
Ayah 12:36 الأية
وَدَخَلَ مَعَهُ السِّجْنَ فَتَيَانِ ۖ قَالَ أَحَدُهُمَا إِنِّي أَرَانِي أَعْصِرُ
خَمْرًا ۖ وَقَالَ الْآخَرُ إِنِّي أَرَانِي أَحْمِلُ فَوْقَ رَأْسِي خُبْزًا
تَأْكُلُ الطَّيْرُ مِنْهُ ۖ نَبِّئْنَا بِتَأْوِيلِهِ ۖ إِنَّا نَرَاكَ مِنَ
الْمُحْسِنِينَ
Wadakhala maAAahu assijna fatayaniqala ahaduhuma innee aranee aAAsirukhamran
waqala al-akharu innee aranee ahmilufawqa ra/see khubzan ta/kulu attayru minhu
nabbi/nabita/weelihi inna naraka mina almuhsineen
Indonesian
Dan bersama dengan dia masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda. Berkatalah
salah seorang diantara keduanya: "Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku memeras
anggur". Dan yang lainnya berkata: "Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku membawa
roti di atas kepalaku, sebahagiannya dimakan burung". Berikanlah kepada kami
ta'birnya; sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang pandai
(mena'birkan mimpi).
|
Ayah 12:37 الأية
قَالَ لَا يَأْتِيكُمَا طَعَامٌ تُرْزَقَانِهِ إِلَّا نَبَّأْتُكُمَا بِتَأْوِيلِهِ
قَبْلَ أَن يَأْتِيَكُمَا ۚ ذَٰلِكُمَا مِمَّا عَلَّمَنِي رَبِّي ۚ إِنِّي تَرَكْتُ
مِلَّةَ قَوْمٍ لَّا يُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَهُم بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ
Qala la ya/teekuma taAAamunturzaqanihi illa nabba/tukuma bita/weelihiqabla an
ya/tiyakuma thalikuma mimmaAAallamanee rabbee innee taraktu millata qawmin
layu/minoona billahi wahum bil-akhiratihum kafiroon
Indonesian
Yusuf berkata: "Tidak disampaikan kepada kamu berdua makanan yang akan diberikan
kepadamu melainkan aku telah dapat menerangkan jenis makanan itu, sebelum
makanan itu sampai kepadamu. Yang demikian itu adalah sebagian dari apa yang
diajarkan kepadaku oleh Tuhanku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama
orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedang mereka ingkar kepada hari
kemudian.
|
Ayah 12:38 الأية
وَاتَّبَعْتُ مِلَّةَ آبَائِي إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ ۚ مَا كَانَ
لَنَا أَن نُّشْرِكَ بِاللهِ مِن شَيْءٍ ۚ ذَٰلِكَ مِن فَضْلِ اللهِ عَلَيْنَا
وَعَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ
WattabaAAtu millata aba-eeibraheema wa-ishaqa wayaAAqooba ma kanalana an
nushrika billahi min shay-in thalikamin fadli Allahi AAalayna waAAala
annasiwalakinna akthara annasi layashkuroon
Indonesian
Dan aku pengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Ya'qub. Tiadalah
patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. Yang
demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia
(seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri (Nya).
|
Ayah 12:39 الأية
يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَأَرْبَابٌ مُّتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللهُ
الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ
Ya sahibayi assijniaarbabun mutafarriqoona khayrun ami Allahu alwahidualqahhar
Indonesian
Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam
itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?
|
Ayah 12:40 الأية
مَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِهِ إِلَّا أَسْمَاءً سَمَّيْتُمُوهَا أَنتُمْ وَآبَاؤُكُم
مَّا أَنزَلَ اللهُ بِهَا مِن سُلْطَانٍ ۚ إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۚ
أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ
وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Ma taAAbudoona min doonihi illaasmaan sammaytumooha antum waabaokumma anzala
Allahu biha min sultaninini alhukmu illa lillahi amara allataAAbudoo illa iyyahu
thalika addeenualqayyimu walakinna akthara annasi layaAAlamoon
Indonesian
Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang
kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu
keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia
telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang
lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".
|
Ayah 12:41 الأية
يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَمَّا أَحَدُكُمَا فَيَسْقِي رَبَّهُ خَمْرًا ۖ وَأَمَّا
الْآخَرُ فَيُصْلَبُ فَتَأْكُلُ الطَّيْرُ مِن رَّأْسِهِ ۚ قُضِيَ الْأَمْرُ
الَّذِي فِيهِ تَسْتَفْتِيَانِ
Ya sahibayi assijniamma ahadukuma fayasqee rabbahu khamranwaamma al-akharu
fayuslabu fata/kulu attayrumin ra/sihi qudiya al-amru allathee feehi tastaftiyan
Indonesian
Hai kedua penghuni penjara: "Adapun salah seorang diantara kamu berdua, akan
memberi minuman tuannya dengan khamar; adapun yang seorang lagi maka ia akan
disalib, lalu burung memakan sebagian dari kepalanya. Telah diputuskan perkara
yang kamu berdua menanyakannya (kepadaku)".
|
Ayah 12:42 الأية
وَقَالَ لِلَّذِي ظَنَّ أَنَّهُ نَاجٍ مِّنْهُمَا اذْكُرْنِي عِندَ رَبِّكَ
فَأَنسَاهُ الشَّيْطَانُ ذِكْرَ رَبِّهِ فَلَبِثَ فِي السِّجْنِ بِضْعَ سِنِينَ
Waqala lillathee thannaannahu najin minhuma othkurnee AAindarabbika faansahu
ashshaytanu thikrarabbihi falabitha fee assijni bidAAa sineen
Indonesian
Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat diantara mereka
berdua: "Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu". Maka syaitan menjadikan dia lupa
menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu tetaplah dia (Yusuf)
dalam penjara beberapa tahun lamanya.
|
Ayah 12:43 الأية
وَقَالَ الْمَلِكُ إِنِّي أَرَىٰ سَبْعَ بَقَرَاتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ
عِجَافٌ وَسَبْعَ سُنبُلَاتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَاتٍ ۖ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ
أَفْتُونِي فِي رُؤْيَايَ إِن كُنتُمْ لِلرُّؤْيَا تَعْبُرُونَ
Waqala almaliku innee arasabAAa baqaratin simanin ya/kuluhunna sabAAun
AAijafunwasabAAa sunbulatin khudrin waokhara yabisatinya ayyuha almalao aftoonee
fee ru/yaya inkuntum lirru/ya taAAburoon
Indonesian
Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): "Sesungguhnya aku
bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor
sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir
lainnya yang kering". Hai orang-orang yang terkemuka: "Terangkanlah kepadaku
tentang ta'bir mimpiku itu jika kamu dapat mena'birkan mimpi".
|
Ayah 12:44 الأية
قَالُوا أَضْغَاثُ أَحْلَامٍ ۖ وَمَا نَحْنُ بِتَأْوِيلِ الْأَحْلَامِ بِعَالِمِينَ
Qaloo adghathu ahlaminwama nahnu bita/weeli al-ahlami biAAalimeen
Indonesian
Mereka menjawab: "(Itu) adalah mimpi-mimpi yang kosong dan kami sekali-kali
tidak tahu menta'birkan mimpi itu".
|
Ayah 12:45 الأية
وَقَالَ الَّذِي نَجَا مِنْهُمَا وَادَّكَرَ بَعْدَ أُمَّةٍ أَنَا أُنَبِّئُكُم
بِتَأْوِيلِهِ فَأَرْسِلُونِ
Waqala allathee najaminhuma waddakara baAAda ommatin anaonabbi-okum bita/weelihi
faarsiloon
Indonesian
Dan berkatalah orang yang selamat diantara mereka berdua dan teringat (kepada
Yusuf) sesudah beberapa waktu lamanya: "Aku akan memberitakan kepadamu tentang
(orang yang pandai) mena'birkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya)".
|
Ayah 12:46 الأية
يُوسُفُ أَيُّهَا الصِّدِّيقُ أَفْتِنَا فِي سَبْعِ بَقَرَاتٍ سِمَانٍ
يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعِ سُنبُلَاتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَاتٍ
لَّعَلِّي أَرْجِعُ إِلَى النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَعْلَمُونَ
Yoosufu ayyuha assiddeequaftina fee sabAAi baqaratin simaninya/kuluhunna sabAAun
AAijafun wasabAAi sunbulatinkhudrin waokhara yabisatin laAAallee arjiAAuila
annasi laAAallahum yaAAlamoon
Indonesian
(Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru): "Yusuf, hai orang yang
amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang
gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh
bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali
kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya".
|
Ayah 12:47 الأية
قَالَ تَزْرَعُونَ سَبْعَ سِنِينَ دَأَبًا فَمَا حَصَدتُّمْ فَذَرُوهُ فِي
سُنبُلِهِ إِلَّا قَلِيلًا مِّمَّا تَأْكُلُونَ
Qala tazraAAoona sabAAa sineenadaaban fama hasadtum fatharoohu feesunbulihi illa
qaleelan mimma ta/kuloon
Indonesian
Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa;
maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk
kamu makan.
|
Ayah 12:48 الأية
ثُمَّ يَأْتِي مِن بَعْدِ ذَٰلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ
لَهُنَّ إِلَّا قَلِيلًا مِّمَّا تُحْصِنُونَ
Thumma ya/tee min baAAdi thalikasabAAun shidadun ya/kulna ma qaddamtum lahunna
illaqaleelan mimma tuhsinoon
Indonesian
Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan
apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari
(bibit gandum) yang kamu simpan.
|
Ayah 12:49 الأية
ثُمَّ يَأْتِي مِن بَعْدِ ذَٰلِكَ عَامٌ فِيهِ يُغَاثُ النَّاسُ وَفِيهِ
يَعْصِرُونَ
Thumma ya/tee min baAAdi thalika AAamunfeehi yughathu annasu wafeehi yaAAsiroon
Indonesian
Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan
cukup) dan dimasa itu mereka memeras anggur".
|
Ayah 12:50 الأية
وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُونِي بِهِ ۖ فَلَمَّا جَاءَهُ الرَّسُولُ قَالَ ارْجِعْ
إِلَىٰ رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ مَا بَالُ النِّسْوَةِ اللَّاتِي قَطَّعْنَ
أَيْدِيَهُنَّ ۚ إِنَّ رَبِّي بِكَيْدِهِنَّ عَلِيمٌ
Waqala almaliku i/toonee bihi falammajaahu arrasoolu qala irjiAA ilarabbika
fas-alhu ma balu anniswatiallatee qattaAAna aydiyahunna inna rabbeebikaydihinna
AAaleem
Indonesian
Raja berkata: "Bawalah dia kepadaku". Maka tatkala utusan itu datang kepada
Yusuf, berkatalah Yusuf: "Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakanlah kepadanya
bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya. Sesungguhnya
Tuhanku, Maha Mengetahui tipu daya mereka".
|
Ayah 12:51 الأية
قَالَ مَا خَطْبُكُنَّ إِذْ رَاوَدتُّنَّ يُوسُفَ عَن نَّفْسِهِ ۚ قُلْنَ حَاشَ
لِلَّهِ مَا عَلِمْنَا عَلَيْهِ مِن سُوءٍ ۚ قَالَتِ امْرَأَتُ الْعَزِيزِ الْآنَ
حَصْحَصَ الْحَقُّ أَنَا رَاوَدتُّهُ عَن نَّفْسِهِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِينَ
Qala ma khatbukunna ithrawadtunna yoosufa AAan nafsihi qulna hasha lillahima
AAalimna AAalayhi min soo-in qalatiimraatu alAAazeezi al-ana hashasa alhaqquana
rawadtuhu AAan nafsihi wa-innahu lamina assadiqeen
Indonesian
Raja berkata (kepada wanita-wanita itu): "Bagaimana keadaanmu ketika kamu
menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadamu)?" Mereka berkata: "Maha
Sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan dari padanya". Berkata
isteri Al Aziz: "Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk
menundukkan dirinya (kepadaku), dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang
benar".
|
Ayah 12:52 الأية
ذَٰلِكَ لِيَعْلَمَ أَنِّي لَمْ أَخُنْهُ بِالْغَيْبِ وَأَنَّ اللهَ لَا يَهْدِي
كَيْدَ الْخَائِنِينَ
Thalika liyaAAlama annee lam akhunhubilghaybi waanna Allaha la yahdee
kaydaalkha-ineen
Indonesian
(Yusuf berkata): "Yang demikian itu agar dia (Al Aziz) mengetahui bahwa
sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya, dan bahwasanya Allah
tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat.
|
Ayah 12:53 الأية
وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا
رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Wama obarri-o nafsee inna annafsalaammaratun bissoo-i illa ma rahimarabbee inna
rabbee ghafoorun raheem
Indonesian
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu
selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.
Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.
|
Ayah 12:54 الأية
وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُونِي بِهِ أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِي ۖ فَلَمَّا كَلَّمَهُ
قَالَ إِنَّكَ الْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌ
Waqala almaliku i/toonee bihiastakhlishu linafsee falamma kallamahu qalainnaka
alyawma ladayna makeenun ameen
Indonesian
Dan raja berkata: "Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang
yang rapat kepadaku". Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia
berkata: "Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan
tinggi lagi dipercayai pada sisi kami".
|
Ayah 12:55 الأية
قَالَ اجْعَلْنِي عَلَىٰ خَزَائِنِ الْأَرْضِ ۖ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ
Qala ijAAalnee AAala khaza-inial-ardi innee hafeethun AAaleem
Indonesian
Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku
adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan".
|
Ayah 12:56 الأية
وَكَذَٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِي الْأَرْضِ يَتَبَوَّأُ مِنْهَا حَيْثُ يَشَاءُ
ۚ نُصِيبُ بِرَحْمَتِنَا مَن نَّشَاءُ ۖ وَلَا نُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ
Wakathalika makanna liyoosufafee al-ardi yatabawwao minha haythu yashaonuseebu
birahmatina man nashao walanudeeAAu ajra almuhsineen
Indonesian
Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia
berkuasa penuh) pergi menuju kemana saja ia kehendaki di bumi Mesir itu. Kami
melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak
menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.
|
Ayah 12:57 الأية
وَلَأَجْرُ الْآخِرَةِ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ
Walaajru al-akhirati khayrun lillatheenaamanoo wakanoo yattaqoon
Indonesian
Dan sesungguhnya pahala di akhirat itu lebih baik, bagi orang-orang yang beriman
dan selalu bertakwa.
|
Ayah 12:58 الأية
وَجَاءَ إِخْوَةُ يُوسُفَ فَدَخَلُوا عَلَيْهِ فَعَرَفَهُمْ وَهُمْ لَهُ مُنكِرُونَ
Wajaa ikhwatu yoosufa fadakhalooAAalayhi faAAarafahum wahum lahu munkiroon
Indonesian
Dan saudara-saudara Yusuf datang (ke Mesir} lalu mereka masuk ke (tempat)nya.
Maka Yusuf mengenal mereka, sedang mereka tidak kenal (lagi) kepadanya.
|
Ayah 12:59 الأية
وَلَمَّا جَهَّزَهُم بِجَهَازِهِمْ قَالَ ائْتُونِي بِأَخٍ لَّكُم مِّنْ أَبِيكُمْ
ۚ أَلَا تَرَوْنَ أَنِّي أُوفِي الْكَيْلَ وَأَنَا خَيْرُ الْمُنزِلِينَ
Walamma jahhazahum bijahazihimqala i/toonee bi-akhin lakum min abeekum
alatarawna annee oofee alkayla waana khayru almunzileen
Indonesian
Dan tatkala Yusuf menyiapkan untuk mereka bahan makanannya, ia berkata: "Bawalah
kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat
bahwa aku menyempurnakan sukatan dan aku adalah sebaik-baik penerima tamu?
|
Ayah 12:60 الأية
فَإِن لَّمْ تَأْتُونِي بِهِ فَلَا كَيْلَ لَكُمْ عِندِي وَلَا تَقْرَبُونِ
Fa-in lam ta/toonee bihi fala kaylalakum AAindee wala taqraboon
Indonesian
Jika kamu tidak membawanya kepadaku, maka kamu tidak akan mendapat sukatan lagi
dari padaku dan jangan kamu mendekatiku".
|
Ayah 12:61 الأية
قَالُوا سَنُرَاوِدُ عَنْهُ أَبَاهُ وَإِنَّا لَفَاعِلُونَ
Qaloo sanurawidu AAanhu abahuwa-inna lafaAAiloon
Indonesian
Mereka berkata: "Kami akan membujuk ayahnya untuk membawanya (ke mari) dan
sesungguhnya kami benar-benar akan melaksanakannya".
|
Ayah 12:62 الأية
وَقَالَ لِفِتْيَانِهِ اجْعَلُوا بِضَاعَتَهُمْ فِي رِحَالِهِمْ لَعَلَّهُمْ
يَعْرِفُونَهَا إِذَا انقَلَبُوا إِلَىٰ أَهْلِهِمْ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Waqala lifityanihi ijAAaloo bidaAAatahumfee rihalihim laAAallahum yaAArifoonaha
ithainqalaboo ila ahlihim laAAallahum yarjiAAoon
Indonesian
Yusuf berkata kepada bujang-bujangnya: "Masukkanlah barang-barang (penukar
kepunyaan mereka) ke dalam karung-karung mereka, supaya mereka mengetahuinya
apabila mereka telah kembali kepada keluarganya, mudah-mudahan mereka kembali
lagi".
|
Ayah 12:63 الأية
فَلَمَّا رَجَعُوا إِلَىٰ أَبِيهِمْ قَالُوا يَا أَبَانَا مُنِعَ مِنَّا الْكَيْلُ
فَأَرْسِلْ مَعَنَا أَخَانَا نَكْتَلْ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
Falamma rajaAAoo ila abeehim qalooya abana muniAAa minna alkaylufaarsil maAAana
akhana naktal wa-innalahu lahafithoon
Indonesian
Maka tatkala mereka telah kembali kepada ayah mereka (Ya'qub) mereka berkata:
"Wahai ayah kami, kami tidak akan mendapat sukatan (gandum) lagi, (jika tidak
membawa saudara kami), sebab itu biarkanlah saudara kami pergi bersama-sama kami
supaya kami mendapat sukatan, dan sesungguhnya kami benar benar akan
menjaganya".
|
Ayah 12:64 الأية
قَالَ هَلْ آمَنُكُمْ عَلَيْهِ إِلَّا كَمَا أَمِنتُكُمْ عَلَىٰ أَخِيهِ مِن قَبْلُ
ۖ فَاللهُ خَيْرٌ حَافِظًا ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
Qala hal amanukum AAalayhi illakama amintukum AAala akheehi min qablu
fallahukhayrun hafithan wahuwa arhamu arrahimeen
Indonesian
Berkata Ya'qub: "Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu,
kecuali seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu?".
Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyanyang diantara
para penyanyang.
|
Ayah 12:65 الأية
وَلَمَّا فَتَحُوا مَتَاعَهُمْ وَجَدُوا بِضَاعَتَهُمْ رُدَّتْ إِلَيْهِمْ ۖ
قَالُوا يَا أَبَانَا مَا نَبْغِي ۖ هَٰذِهِ بِضَاعَتُنَا رُدَّتْ إِلَيْنَا ۖ
وَنَمِيرُ أَهْلَنَا وَنَحْفَظُ أَخَانَا وَنَزْدَادُ كَيْلَ بَعِيرٍ ۖ ذَٰلِكَ
كَيْلٌ يَسِيرٌ
Walamma fatahoo mataAAahumwajadoo bidaAAatahum ruddat ilayhim qaloo yaabana ma
nabghee hathihi bidaAAatunaruddat ilayna wanameeru ahlana wanahfathuakhana
wanazdadu kayla baAAeerin thalikakaylun yaseer
Indonesian
Tatkala mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan kembali barang-barang
(penukaran) mereka, dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata: "Wahai ayah kami
apa lagi yang kita inginkan. Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita,
dan kami akan dapat memberi makan keluarga kami, dan kami akan dapat memelihara
saudara kami, dan kami akan mendapat tambahan sukatan (gandum) seberat beban
seekor unta. Itu adalah sukatan yang mudah (bagi raja Mesir)".
|
Ayah 12:66 الأية
قَالَ لَنْ أُرْسِلَهُ مَعَكُمْ حَتَّىٰ تُؤْتُونِ مَوْثِقًا مِّنَ اللهِ
لَتَأْتُنَّنِي بِهِ إِلَّا أَن يُحَاطَ بِكُمْ ۖ فَلَمَّا آتَوْهُ مَوْثِقَهُمْ
قَالَ اللهُ عَلَىٰ مَا نَقُولُ وَكِيلٌ
Qala lan orsilahu maAAakum hattatu/tooni mawthiqan mina Allahi lata/tunnanee
bihi illaan yuhata bikum falamma atawhu mawthiqahum qalaAllahu AAala ma naqoolu
wakeel
Indonesian
Ya'qub berkata: "Aku sekali-kali tidak akan melepaskannya (pergi) bersama-sama
kamu, sebelum kamu memberikan kepadaku janji yang teguh atas nama Allah, bahwa
kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung musuh".
Tatkala mereka memberikan janji mereka, maka Ya'qub berkata: "Allah adalah saksi
terhadap apa yang kita ucapkan (ini)".
|
Ayah 12:67 الأية
وَقَالَ يَا بَنِيَّ لَا تَدْخُلُوا مِن بَابٍ وَاحِدٍ وَادْخُلُوا مِنْ أَبْوَابٍ
مُّتَفَرِّقَةٍ ۖ وَمَا أُغْنِي عَنكُم مِّنَ اللهِ مِن شَيْءٍ ۖ إِنِ الْحُكْمُ
إِلَّا لِلَّهِ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ
الْمُتَوَكِّلُونَ
Waqala ya baniyya latadkhuloo min babin wahidin wadkhuloo minabwabin
mutafarriqatin wama oghnee AAankum mina Allahimin shay-in ini alhukmu illa
lillahiAAalayhi tawakkaltu waAAalayhi falyatawakkali almutawakkiloon
Indonesian
Dan Ya'qub berkata: "Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari
satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain;
namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun dari pada
(takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah;
kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang
bertawakkal berserah diri".
|
Ayah 12:68 الأية
وَلَمَّا دَخَلُوا مِنْ حَيْثُ أَمَرَهُمْ أَبُوهُم مَّا كَانَ يُغْنِي عَنْهُم
مِّنَ اللهِ مِن شَيْءٍ إِلَّا حَاجَةً فِي نَفْسِ يَعْقُوبَ قَضَاهَا ۚ
وَإِنَّهُ لَذُو عِلْمٍ لِّمَا عَلَّمْنَاهُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا
يَعْلَمُونَ
Walamma dakhaloo min haythuamarahum aboohum ma kana yughnee AAanhum mina
Allahimin shay-in illa hajatan fee nafsi yaAAqooba qadahawa-innahu lathoo
AAilmin lima AAallamnahuwalakinna akthara annasi layaAAlamoon
Indonesian
Dan tatkala mereka masuk menurut yang diperintahkan ayah mereka, maka (cara yang
mereka lakukan itu) tiadalah melepaskan mereka sedikitpun dari takdir Allah,
akan tetapi itu hanya suatu keinginan pada diri Ya'qub yang telah ditetapkannya.
Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan, karena Kami telah mengajarkan
kepadanya. Akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.
|
Ayah 12:69 الأية
وَلَمَّا دَخَلُوا عَلَىٰ يُوسُفَ آوَىٰ إِلَيْهِ أَخَاهُ ۖ قَالَ إِنِّي أَنَا
أَخُوكَ فَلَا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Walamma dakhaloo AAala yoosufaawa ilayhi akhahu qala innee anaakhooka fala
tabta-is bima kanoo yaAAmaloon
Indonesian
Dan tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf. Yusuf membawa saudaranya (Bunyamin)
ke tempatnya, Yusuf berkata: "Sesungguhnya aku (ini) adalah saudaramu, maka
janganlah kamu berdukacita terhadap apa yang telah mereka kerjakan".
|
Ayah 12:70 الأية
فَلَمَّا جَهَّزَهُم بِجَهَازِهِمْ جَعَلَ السِّقَايَةَ فِي رَحْلِ أَخِيهِ ثُمَّ
أَذَّنَ مُؤَذِّنٌ أَيَّتُهَا الْعِيرُ إِنَّكُمْ لَسَارِقُونَ
Falamma jahhazahum bijahazihimjaAAala assiqayata fee rahli akheehi
thummaaththana mu-aththinun ayyatuha alAAeeruinnakum lasariqoon
Indonesian
Maka tatkala telah disiapkan untuk mereka bahan makanan mereka, Yusuf memasukkan
piala (tempat minum) ke dalam karung saudaranya. Kemudian berteriaklah seseorang
yang menyerukan: "Hai kafilah, sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang
mencuri".
|
Ayah 12:71 الأية
قَالُوا وَأَقْبَلُوا عَلَيْهِم مَّاذَا تَفْقِدُونَ
Qaloo waaqbaloo AAalayhim mathatafqidoon
Indonesian
Mereka menjawab, sambil menghadap kepada penyeru-penyeru itu: "Barang apakah
yang hilang dari pada kamu?"
|
Ayah 12:72 الأية
قَالُوا نَفْقِدُ صُوَاعَ الْمَلِكِ وَلِمَن جَاءَ بِهِ حِمْلُ بَعِيرٍ وَأَنَا
بِهِ زَعِيمٌ
Qaloo nafqidu suwaAAaalmaliki waliman jaa bihi himlu baAAeerin waanabihi zaAAeem
Indonesian
Penyeru-penyeru itu berkata: "Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang dapat
mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta, dan aku
menjamin terhadapnya".
|
Ayah 12:73 الأية
قَالُوا تَاللهِ لَقَدْ عَلِمْتُم مَّا جِئْنَا لِنُفْسِدَ فِي الْأَرْضِ وَمَا
كُنَّا سَارِقِينَ
Qaloo tallahi laqadAAalimtum ma ji/na linufsida fee al-ardi wamakunna sariqeen
Indonesian
Saudara-saudara Yusuf menjawab "Demi Allah sesungguhnya kamu mengetahui bahwa
kami datang bukan untuk membuat kerusakan di negeri (ini) dan kami bukanlah para
pencuri".
|
Ayah 12:74 الأية
قَالُوا فَمَا جَزَاؤُهُ إِن كُنتُمْ كَاذِبِينَ
Qaloo fama jazaohu inkuntum kathibeen
Indonesian
Mereka berkata: "Tetapi apa balasannya jikalau kamu betul-betul pendusta? "
|
Ayah 12:75 الأية
قَالُوا جَزَاؤُهُ مَن وُجِدَ فِي رَحْلِهِ فَهُوَ جَزَاؤُهُ ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِي
الظَّالِمِينَ
Qaloo jazaohu man wujida feerahlihi fahuwa jazaohu kathalika najzee aththalimeen
Indonesian
Mereka menjawab: "Balasannya, ialah pada siapa diketemukan (barang yang hilang)
dalam karungnya, maka dia sendirilah balasannya (tebusannya)". Demikianlah kami
memberi pembalasan kepada orang-orang yang zalim.
|
Ayah 12:76 الأية
فَبَدَأَ بِأَوْعِيَتِهِمْ قَبْلَ وِعَاءِ أَخِيهِ ثُمَّ اسْتَخْرَجَهَا مِن
وِعَاءِ أَخِيهِ ۚ كَذَٰلِكَ كِدْنَا لِيُوسُفَ ۖ مَا كَانَ لِيَأْخُذَ أَخَاهُ فِي
دِينِ الْمَلِكِ إِلَّا أَن يَشَاءَ اللهُ ۚ نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَّن نَّشَاءُ ۗ
وَفَوْقَ كُلِّ ذِي عِلْمٍ عَلِيمٌ
Fabadaa bi-awAAiyatihim qabla wiAAa-iakheehi thumma istakhrajaha min wiAAa-i
akheehi kathalikakidna liyoosufa ma kana liya/khuthaakhahu fee deeni almaliki
illa an yashaa AllahunarfaAAu darajatin man nashao wafawqa kulli theeAAilmin
AAaleem
Indonesian
Maka mulailah Yusuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung
saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan piala raja itu dari karung
saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. Tiadalah patut
Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah
menghendaki-Nya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas
tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui.
|
Ayah 12:77 الأية
قَالُوا إِن يَسْرِقْ فَقَدْ سَرَقَ أَخٌ لَّهُ مِن قَبْلُ ۚ فَأَسَرَّهَا يُوسُفُ
فِي نَفْسِهِ وَلَمْ يُبْدِهَا لَهُمْ ۚ قَالَ أَنتُمْ شَرٌّ مَّكَانًا ۖ وَاللهُ
أَعْلَمُ بِمَا تَصِفُونَ
Qaloo in yasriq faqad saraqa akhunlahu min qablu faasarraha yoosufu fee nafsihi
walam yubdihalahum qala antum sharrun makanan wallahuaAAlamu bima tasifoon
Indonesian
Mereka berkata: "Jika ia mencuri, maka sesungguhnya, telah pernah mencuri pula
saudaranya sebelum itu". Maka Yusuf menyembunyikan kejengkelan itu pada dirinya
dan tidak menampakkannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hatinya): "Kamu lebih
buruk kedudukanmu (sifat-sifatmu) dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
terangkan itu".
|
Ayah 12:78 الأية
قَالُوا يَا أَيُّهَا الْعَزِيزُ إِنَّ لَهُ أَبًا شَيْخًا كَبِيرًا فَخُذْ
أَحَدَنَا مَكَانَهُ ۖ إِنَّا نَرَاكَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ
Qaloo ya ayyuhaalAAazeezu inna lahu aban shaykhan kabeeran fakhuth
ahadanamakanahu inna naraka mina almuhsineen
Indonesian
Mereka berkata: "Wahai Al Aziz, sesungguhnya ia mempunyai ayah yang sudah lanjut
usianya, lantaran itu ambillah salah seorang diantara kami sebagai gantinya,
sesungguhnya kami melihat kamu termasuk oranng-orang yang berbuat baik".
|
Ayah 12:79 الأية
قَالَ مَعَاذَ اللهِ أَن نَّأْخُذَ إِلَّا مَن وَجَدْنَا مَتَاعَنَا عِندَهُ
إِنَّا إِذًا لَّظَالِمُونَ
Qala maAAatha Allahi anna/khutha illa man wajadna mataAAanaAAindahu inna ithan
lathalimoon
Indonesian
Berkata Yusuf: "Aku mohon perlindungan kepada Allah daripada menahan seorang,
kecuali orang yang kami ketemukan harta benda kami padanya, jika kami berbuat
demikian, maka benar-benarlah kami orang-orang yang zalim".
|
Ayah 12:80 الأية
فَلَمَّا اسْتَيْأَسُوا مِنْهُ خَلَصُوا نَجِيًّا ۖ قَالَ كَبِيرُهُمْ أَلَمْ
تَعْلَمُوا أَنَّ أَبَاكُمْ قَدْ أَخَذَ عَلَيْكُم مَّوْثِقًا مِّنَ اللهِ وَمِن
قَبْلُ مَا فَرَّطتُمْ فِي يُوسُفَ ۖ فَلَنْ أَبْرَحَ الْأَرْضَ حَتَّىٰ يَأْذَنَ
لِي أَبِي أَوْ يَحْكُمَ اللهُ لِي ۖ وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ
Falamma istay-asoo minhu khalasoonajiyyan qala kabeeruhum alam taAAlamoo anna
abakumqad akhatha AAalaykum mawthiqan mina Allahi waminqablu ma farrattum fee
yoosufa falan abrahaal-arda hatta ya/thana lee abee aw yahkumaAllahu lee wahuwa
khayru alhakimeen
Indonesian
Maka tatkala mereka berputus asa dari pada (putusan) Yusuf mereka menyendiri
sambil berunding dengan berbisik-bisik. Berkatalah yang tertua diantara mereka:
"Tidakkah kamu ketahui bahwa sesungguhnya ayahmu telah mengambil janji dari kamu
dengan nama Allah dan sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf. Sebab itu aku
tidak akan meninggalkan negeri Mesir, sampai ayahku mengizinkan kepadaku (untuk
kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah Hakim yang
sebaik-baiknya".
|
Ayah 12:81 الأية
ارْجِعُوا إِلَىٰ أَبِيكُمْ فَقُولُوا يَا أَبَانَا إِنَّ ابْنَكَ سَرَقَ وَمَا
شَهِدْنَا إِلَّا بِمَا عَلِمْنَا وَمَا كُنَّا لِلْغَيْبِ حَافِظِينَ
IrjiAAoo ila abeekum faqooloo yaabana inna ibnaka saraqa wama shahidnailla bima
AAalimna wama kunnalilghaybi hafitheen
Indonesian
Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah: "Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu
telah mencuri, dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui, dan sekali-kali
kami tidak dapat menjaga (mengetahui) barang yang ghaib.
|
Ayah 12:82 الأية
وَاسْأَلِ الْقَرْيَةَ الَّتِي كُنَّا فِيهَا وَالْعِيرَ الَّتِي أَقْبَلْنَا
فِيهَا ۖ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ
Was-ali alqaryata allatee kunnafeeha walAAeera allatee aqbalna feehawa-inna
lasadiqoon
Indonesian
Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada disitu, dan kafilah yang kami
datang bersamanya, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar".
|
Ayah 12:83 الأية
قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ عَسَى
اللهُ أَن يَأْتِيَنِي بِهِمْ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
Qala bal sawwalat lakum anfusukumamran fasabrun jameelun AAasa Allahu
anya/tiyanee bihim jameeAAan innahu huwa alAAaleemu alhakeem
Indonesian
Ya'qub berkata: "Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang
buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah
mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui
lagi Maha Bijaksana".
|
Ayah 12:84 الأية
وَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَا أَسَفَىٰ عَلَىٰ يُوسُفَ وَابْيَضَّتْ عَيْنَاهُ
مِنَ الْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌ
Watawalla AAanhum waqala yaasafa AAala yoosufa wabyaddat AAaynahumina alhuzni
fahuwa katheem
Indonesian
Dan Ya'qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata: "Aduhai duka
citaku terhadap Yusuf", dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia
adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya).
|
Ayah 12:85 الأية
قَالُوا تَاللهِ تَفْتَأُ تَذْكُرُ يُوسُفَ حَتَّىٰ تَكُونَ حَرَضًا أَوْ تَكُونَ
مِنَ الْهَالِكِينَ
Qaloo tallahi taftaotathkuru yoosufa hatta takoona haradanaw takoona mina
alhalikeen
Indonesian
Mereka berkata: "Demi Allah, senantiasa kamu mengingati Yusuf, sehingga kamu
mengidapkan penyakit yang berat atau termasuk orang-orang yang binasa".
|
Ayah 12:86 الأية
قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللهِ
مَا لَا تَعْلَمُونَ
Qala innama ashkoo baththee wahuzneeila Allahi waaAAlamu mina Allahi ma
lataAAlamoon
Indonesian
Ya'qub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan
dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada
mengetahuinya".
|
Ayah 12:87 الأية
يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَيْأَسُوا مِن
رَّوْحِ اللهِ ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللهِ إِلَّا الْقَوْمُ
الْكَافِرُونَ
Ya baniyya ithhaboo fatahassasoomin yoosufa waakheehi wala tay-asoo min rawhi
Allahiinnahu la yay-asu min rawhi Allahi illaalqawmu alkafiroon
Indonesian
Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya
dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa
dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".
|
Ayah 12:88 الأية
فَلَمَّا دَخَلُوا عَلَيْهِ قَالُوا يَا أَيُّهَا الْعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهْلَنَا
الضُّرُّ وَجِئْنَا بِبِضَاعَةٍ مُّزْجَاةٍ فَأَوْفِ لَنَا الْكَيْلَ وَتَصَدَّقْ
عَلَيْنَا ۖ إِنَّ اللهَ يَجْزِي الْمُتَصَدِّقِينَ
Falamma dakhaloo AAalayhi qalooya ayyuha alAAazeezu massana waahlanaaddurru
waji/na bibidaAAatin muzjatinfaawfi lana alkayla watasaddaq AAalayna innaAllaha
yajzee almutasaddiqeen
Indonesian
Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata: "Hai Al Aziz, kami
dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa
barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami, dan
bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang
yang bersedekah".
|
Ayah 12:89 الأية
قَالَ هَلْ عَلِمْتُم مَّا فَعَلْتُم بِيُوسُفَ وَأَخِيهِ إِذْ أَنتُمْ جَاهِلُونَ
Qala hal AAalimtum mafaAAaltum biyoosufa waakheehi ith antum jahiloon
Indonesian
Yusuf berkata: "Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu lakukan
terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kamu tidak mengetahui (akibat) perbuatanmu
itu?".
|
Ayah 12:90 الأية
قَالُوا أَإِنَّكَ لَأَنتَ يُوسُفُ ۖ قَالَ أَنَا يُوسُفُ وَهَٰذَا أَخِي ۖ قَدْ
مَنَّ اللهُ عَلَيْنَا ۖ إِنَّهُ مَن يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ اللهَ لَا
يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ
Qaloo a-innaka laanta yoosufa qalaana yoosufu wahatha akhee qad manna
AllahuAAalayna innahu man yattaqi wayasbir fa-inna Allahala yudeeAAu ajra
almuhsineen
Indonesian
Mereka berkata: "Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?". Yusuf menjawab: "Akulah
Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada
kami". Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya
Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik"
|
Ayah 12:91 الأية
قَالُوا تَاللهِ لَقَدْ آثَرَكَ اللهُ عَلَيْنَا وَإِن كُنَّا لَخَاطِئِينَ
Qaloo tallahi laqad atharakaAllahu AAalayna wa-in kunna lakhati-een
Indonesian
Mereka berkata: "Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami,
dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)".
|
Ayah 12:92 الأية
قَالَ لَا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ ۖ يَغْفِرُ اللهُ لَكُمْ ۖ وَهُوَ
أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
Qala la tathreeba AAalaykumualyawma yaghfiru Allahu lakum wahuwa arhamu
arrahimeen
Indonesian
Dia (Yusuf) berkata: "Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan
Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang diantara para penyayang".
|
Ayah 12:93 الأية
اذْهَبُوا بِقَمِيصِي هَٰذَا فَأَلْقُوهُ عَلَىٰ وَجْهِ أَبِي يَأْتِ بَصِيرًا
وَأْتُونِي بِأَهْلِكُمْ أَجْمَعِينَ
Ithhaboo biqameesee hathafaalqoohu AAala wajhi abee ya/ti baseeran
wa/tooneebi-ahlikum ajmaAAeen
Indonesian
Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah dia kewajah
ayahku, nanti ia akan melihat kembali; dan bawalah keluargamu semuanya
kepadaku".
|
Ayah 12:94 الأية
وَلَمَّا فَصَلَتِ الْعِيرُ قَالَ أَبُوهُمْ إِنِّي لَأَجِدُ رِيحَ يُوسُفَ ۖ
لَوْلَا أَن تُفَنِّدُونِ
Walamma fasalati alAAeeru qalaaboohum innee laajidu reeha yoosufa lawla
antufannidoon
Indonesian
Tatkala kafilah itu telah ke luar (dari negeri Mesir) berkata ayah mereka:
"Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal
(tentu kamu membenarkan aku)".
|
Ayah 12:95 الأية
قَالُوا تَاللهِ إِنَّكَ لَفِي ضَلَالِكَ الْقَدِيمِ
Qaloo tallahi innakalafee dalalika alqadeem
Indonesian
Keluarganya berkata: "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam kekeliruanmu
yang dahulu".
|
Ayah 12:96 الأية
فَلَمَّا أَن جَاءَ الْبَشِيرُ أَلْقَاهُ عَلَىٰ وَجْهِهِ فَارْتَدَّ بَصِيرًا ۖ
قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ مِنَ اللهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Falamma an jaa albasheeru alqahuAAala wajhihi fartadda baseeran qalaalam aqul
lakum innee aAAlamu mina Allahi ma lataAAlamoon
Indonesian
Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diletakkannya baju gamis itu
ke wajah Ya'qub, lalu kembalilah dia dapat melihat. Berkata Ya'qub: "Tidakkah
aku katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak
mengetahuinya".
|
Ayah 12:97 الأية
قَالُوا يَا أَبَانَا اسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا إِنَّا كُنَّا خَاطِئِينَ
Qaloo ya abanaistaghfir lana thunoobana inna kunnakhati-een
Indonesian
Mereka berkata: "Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa
kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)".
|
Ayah 12:98 الأية
قَالَ سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّي ۖ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Qala sawfa astaghfiru lakum rabbeeinnahu huwa alghafooru arraheem
Indonesian
Ya'qub berkata: "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya
Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
|
Ayah 12:99 الأية
فَلَمَّا دَخَلُوا عَلَىٰ يُوسُفَ آوَىٰ إِلَيْهِ أَبَوَيْهِ وَقَالَ ادْخُلُوا
مِصْرَ إِن شَاءَ اللهُ آمِنِينَ
Falamma dakhaloo AAala yoosufaawa ilayhi abawayhi waqala odkhuloo misrain shaa
Allahu amineen
Indonesian
Maka tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf: Yusuf merangkul ibu bapanya dan dia
berkata: "Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman".
|
Ayah 12:100 الأية
وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوا لَهُ سُجَّدًا ۖ وَقَالَ يَا أَبَتِ
هَٰذَا تَأْوِيلُ رُؤْيَايَ مِن قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّي حَقًّا ۖ وَقَدْ
أَحْسَنَ بِي إِذْ أَخْرَجَنِي مِنَ السِّجْنِ وَجَاءَ بِكُم مِّنَ الْبَدْوِ مِن
بَعْدِ أَن نَّزَغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي ۚ إِنَّ رَبِّي
لَطِيفٌ لِّمَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
WarafaAAa abawayhi AAala alAAarshiwakharroo lahu sujjadan waqala ya abati
hathata/weelu ru/yaya min qablu qad jaAAalaha rabbee haqqanwaqad ahsana bee ith
akhrajanee mina assijniwajaa bikum mina albadwi min baAAdi an nazagha
ashshaytanubaynee wabayna ikhwatee inna rabbee lateefun limayashao innahu huwa
alAAaleemu alhakeem
Indonesian
Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya)
merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: "Wahai ayahku
inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya
suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika
Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang
pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku.
Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya
Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
|
Ayah 12:101 الأية
رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِن تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ
ۚ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ
تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
Rabbi qad ataytanee mina almulkiwaAAallamtanee min ta/weeli al-ahadeethi fatira
assamawatiwal-ardi anta waliyyee fee addunyawal-akhirati tawaffanee musliman
waalhiqneebissaliheen
Indonesian
Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian
kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan)
Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat,
wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang
saleh.
|
Ayah 12:102 الأية
ذَٰلِكَ مِنْ أَنبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ ۖ وَمَا كُنتَ لَدَيْهِمْ إِذْ
أَجْمَعُوا أَمْرَهُمْ وَهُمْ يَمْكُرُونَ
Thalika min anba-i alghaybinooheehi ilayka wama kunta ladayhim ithajmaAAoo
amrahum wahum yamkuroon
Indonesian
Demikian itu (adalah) diantara berita-berita yang ghaib yang Kami wahyukan
kepadamu (Muhammad); padahal kamu tidak berada pada sisi mereka, ketika mereka
memutuskan rencananya (untuk memasukkan Yusuf ke dalam sumur) dan mereka sedang
mengatur tipu daya.
|
Ayah 12:103 الأية
وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ
Wama aktharu annasiwalaw harasta bimu/mineen
Indonesian
Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman -- walaupun kamu sangat
menginginkannya.
|
Ayah 12:104 الأية
وَمَا تَسْأَلُهُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ
لِّلْعَالَمِينَ
Wama tas-aluhum AAalayhi min ajrinin huwa illa thikrun lilAAalameen
Indonesian
Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka (terhadap seruanmu ini),
itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam.
|
Ayah 12:105 الأية
وَكَأَيِّن مِّنْ آيَةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَمُرُّونَ عَلَيْهَا وَهُمْ
عَنْهَا مُعْرِضُونَ
Wakaayyin min ayatin fee assamawatiwal-ardi yamurroona AAalayha wahum
AAanhamuAAridoon
Indonesian
Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang
mereka melaluinya, sedang mereka berpaling dari padanya.
|
Ayah 12:106 الأية
وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُم بِاللهِ إِلَّا وَهُم مُّشْرِكُونَ
Wama yu/minu aktharuhum billahiilla wahum mushrikoon
Indonesian
Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam
keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).
|
Ayah 12:107 الأية
أَفَأَمِنُوا أَن تَأْتِيَهُمْ غَاشِيَةٌ مِّنْ عَذَابِ اللهِ أَوْ تَأْتِيَهُمُ
السَّاعَةُ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
Afaaminoo an ta/tiyahum ghashiyatunmin AAathabi Allahi aw ta/tiyahumu
assaAAatubaghtatan wahum la yashAAuroon
Indonesian
Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau
kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak
menyadarinya?
|
Ayah 12:108 الأية
قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ
اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Qul hathihi sabeelee adAAoo ilaAllahi AAala baseeratin ana wamaniittabaAAanee
wasubhana Allahi wama anamina almushrikeen
Indonesian
Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku
mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku
tiada termasuk orang-orang yang musyrik".
|
Ayah 12:109 الأية
وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِي إِلَيْهِم مِّنْ أَهْلِ
الْقُرَىٰ ۗ أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ
الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۗ وَلَدَارُ الْآخِرَةِ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ اتَّقَوْا ۗ
أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Wama arsalna min qablika illarijalan noohee ilayhim min ahli alquraafalam
yaseeroo fee al-ardi fayanthurookayfa kana AAaqibatu allatheena min
qablihimwaladaru al-akhirati khayrun lillatheenaittaqaw afala taAAqiloon
Indonesian
Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan
wahyu kepadanya diantara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka
bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang
mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi
orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?
|
Ayah 12:110 الأية
حَتَّىٰ إِذَا اسْتَيْأَسَ الرُّسُلُ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوا جَاءَهُمْ
نَصْرُنَا فَنُجِّيَ مَن نَّشَاءُ ۖ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ الْقَوْمِ
الْمُجْرِمِينَ
Hatta itha istay-asa arrusuluwathannoo annahum qad kuthiboo jaahumnasruna
fanujjiya man nashao walayuraddu ba/suna AAani alqawmi almujrimeen
Indonesian
Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan
mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para
rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki.
Dan tidak dapat ditolak siksa Kami dari pada orang-orang yang berdosa.
|
Ayah 12:111 الأية
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا
يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِن تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ
وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Laqad kana fee qasasihimAAibratun li-olee al-albabi ma kana hadeethanyuftara
walakin tasdeeqa allatheebayna yadayhi watafseela kulli shay-in wahudan
warahmatanliqawmin yu/minoon
Indonesian
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang
yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi
membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan
sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
|
©
EsinIslam.Com Designed & produced by The Awqaf London. Please pray for us
|