Kami ceritakan kepadamu (wahai Muhammad) seindah-indah kisah dengan jalan Kami
wahyukan kepadamu Al-Quran ini, padahal sebenarnya engkau sebelum datangnya
wahyu itu, adalah dari orang-orang yang tidak pernah menyedari akan halnya.
(Ingatlah peristiwa) ketika Nabi Yusuf berkata kepada bapanya: "Wahai ayahku!
Sesungguhnya aku mimpi melihat sebelas bintang dan matahari serta bulan; aku
melihat mereka tunduk memberi hormat kepadaku".
Bapanya berkata:" Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada
saudara-saudaramu, kerana aku khuatir mereka akan menjalankan sesuatu rancangan
jahat terhadapmu. Sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagi manusia.
Dan demikianlah caranya Tuhanmu memilihmu, dan akan mengajarmu takbir mimpi,
serta akan menyempurnakan nikmatNya kepadamu dan kepada keluarga Yaakub:
sebagaimana Ia telah menyempurnakannya kepada datuk nenekmu dahulu: Ibrahim dan
Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana".
Demi sesungguhnya! (Kisah) Nabi Yusuf dengan saudara-saudaranya itu mengandungi
beberapa pengajaran bagi orang-orang yang bertanya (tentang hal mereka untuk
mengambil iktibar).
(Kisah itu bermula) ketika saudara-saudara Yusuf berkata (sesama sendiri):
"Sesungguhnya Yusuf dan adiknya, lebih disayangi oleh bapa kita daripada kita,
padahal kita ini satu kumpulan (yang ramai dan berguna). Sesungguhnya bapa kita
adalah dalam keadaan tidak adil yang nyata."
(Ramai di antara mereka berkata):" Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu
tempat yang jauh, supaya perhatian dan kasih sayang bapa kamu tertumpu kepada
kamu semata-mata, dan supaya kamu sesudah itu menjadi orang-orang yang baik dan
berguna".
Salah seorang di antara mereka berkata: "Janganlah kamu membunuh Yusuf, tetapi
buanglah dia ke dalam pergi, supaya ia dipungut oleh sebahagian dari orang-orang
musafir (yang lalu di situ), kalaulah kamu tetap hendak menjalankan rancangan
kamu itu".
Mereka pun (pergi berjumpa dengan bapa mereka lalu) berkata: Wahai ayah kami!
Mengapa ayah tidak percaya kepada kami tentang Yusuf, padahal sesungguhnya kami
sentiasa tulus ikhlas mengambil berat kepadanya?
Biarkan dia pergi bersama-sama kami esok, supaya ia bersuka ria makan minum dan
bermain-main dengan bebasnya; dan sesungguhnya kami akan menjaganya dengan
sebaik-baiknya".
Bapa mereka menjawab: "Permergian kamu membawanya bersama sangatlah
mendukacitakan daku, dan aku pula bimbang ia akan dimakan oleh serigala, ketika
kamu lalai dari mengawalnya ".
Setelah mereka pergi dengan membawanya bersama dan setelah mereka sekata hendak
melepaskan dia ke dalam perigi, (mereka pun melakukan yang demikian), dan kami
pula ilhamkan kepadanya:" Sesungguhnya engkau (wahai Yusuf, akan terselamat,
dan) akan memberi tahu mereka tentang hal perbuatan mereka ini, sedang mereka
tidak sedar (dan tidak mengingatinya lagi) ".
Mereka berkata: "Wahai ayah kami! Sesungguhnya kami telah pergi berlumba-lumba
berburu dan kami telah tinggalkan Yusuf menjaga barang-barang kami, lalu ia
dimakan oleh serigala; dan sudah tentu ayah tidak akan percaya kepada kata-kata
kami ini, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar".
Dan (bagi mengesahkan dakwaan itu) mereka pula melumurkan baju Yusuf dengan
darah palsu. Bapa mereka berkata: "Tidak! Bahkan nafsu kamu memperelokkan kepada
kamu suatu perkara (yang tidak diterima akal). Kalau demikian, bersabarlah aku
dengan sebaik-baiknya, dan Allah jualah yang dipohonkan pertolonganNya, mengenai
apa yang kamu katakan itu."
Dan (semasa Yusuf dalam perigi) datanglah ke tempat itu satu rombongan (ahli
perniagaan) yang sedang dalam perjalanan; lalu mereka menghantarkan seorang
pencari air bagi mereka; (setelah sampainya ke perigi itu) dia pun menghulurkan
timbanya (dan manakala ia melihat Yusuf bergantung pada timbanya) ia berseru
dengan katanya: "Hai, (ini) sungguh mengembirakan! Ini adalah seorang budak
lelaki (yang cantik parasnya)". (Setelah mengetahui hal itu, saudara-saudara
Yusuf pun datang) serta mereka sembunyikan keadaan Yusuf yang sebenarnya (untuk
dijual) sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui akan apa yang mereka
lakukan.
Dan (setelah berlaku perundingan) mereka menjualnya dengan harga yang murah,
iaitu beberapa dirham sahaja bilangannya; dan mereka adalah orang-orang yang
tidak menghargainya.
Dan (setelah Yusuf dijualkan di negeri Mesir), berkatalah orang yang membeli
Yusuf kepada isterinya: "Berilah dia layanan yang sebaik-baiknya; semoga ia
berguna kepada kita, atau kita jadikan dia anak". Dan demikianlah caranya kami
menetapkan kedudukan Yusuf di bumi (Mesir untuk dihormati dan disayangi), dan
untuk kami mengajarnya sebahagian dari ilmu takbir mimpi. Dan Allah Maha Kuasa
melakukan segala perkara yang telah ditetapkanNya, akan tetapi kebanyakan
manusia tidak mengetahui.
Dan ketika Yusuf sampai ke peringkat umurnya yang sempurna kekuatannya, Kami
beri kepadanya kebijaksanaan serta ilmu pengetahuan; dan demikianlah kami
membalas orang-orang yang berusaha memperbaiki amalannya.
Dan perempuan yang Yusuf tinggal di rumahnya, bersungguh-sungguh memujuk Yusuf
berkehendakkan dirinya; dan perempuan itupun menutup pintu-pintu serta berkata:
"Marilah ke mari, aku bersedia untukmu". Yusuf menjawab: "Aku berlindung kepada
Allah (dari perbuatan yang keji itu); sesungguhnya Tuhanku telah memuliharaku
dengan sebaik-baiknya; sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan berjaya".
Dan sebenarnya perempuan itu telah berkeinginan sangat kepadanya, dan Yusuf pula
(mungkin timbul) keinginannya kepada perempuan itu kalaulah ia tidak menyedari
kenyataan Tuhannya (tentang kejinya perbuatan zina itu). Demikianlah (takdir
Kami) untuk menjauhkan dari Yusuf perkara-perkara yang tidak baik dan
perbuatan-perbuatan yang keji, kerana sesungguhnya ia dari hamba-hamba Kami yang
dibersihkan dari segala dosa.
Dan mereka berdua pun berkejaran ke pintu, serta perempuan itu mengoyakkan baju
Yusuf dari belakang; lalu terserempaklah keduanya dengan suami perempuan itu di
muka pintu. Tiba-tiba perempuan itu berkata (kepada suaminya): Tidak ada balasan
bagi orang yang mahu membuat jahat terhadap isterimu melainkan dipenjarakan dia
atau dikenakan azab yang menyiksanya".
Yusuf pula berkata: "Dia lah yang memujukku berkehendakkan diriku". (Suaminya
tercengang mendengarnya) dan seorang dari keluarga perempuan itu (yang ada
bersama-sama) tampil memberi pendapatnya dengan berkata:" "Jika baju Yusuf koyak
dari depan maka benarlah tuduhan perempuan itu, dan menjadilah Yusuf dari
orang-orang yang dusta.
Setelah suaminya melihat baju Yusuf koyak dari belakang, berkatalah ia:
"Sesungguhnya ini adalah dari tipu daya kamu orang-orang perempuan; sesungguhnya
tipu daya kamu amatlah besar pengaruhnya.
Dan (sesudah itu) perempuan-perempuan di bandar Mesir (mencaci hal Zulaikha
dengan) berkata: Isteri Al-Aziz itu memujuk hambanya (Yusuf) berkehendakkan
dirinya, sesungguhnya cintanya (kepada Yusuf) itu sudahlah meresap ke dalam
lipatan hatinya; sesungguhnya kami memandangnya berada dalam kesesatan yang
nyata."
Maka apabila ia (Zulaikha) mendengar cacian mereka, dia pun menjemput mereka dan
menyediakan satu jamuan untuk mereka, serta memberi kepada - tiap seorang di
antara mereka sebilah pisau. Dan pada ketika itu berkatalah ia (kepada Yusuf):
"Keluarlah di hadapan mereka". Maka ketika mereka melihatnya, mereka tercengang
melihat kecantikan parasnya, dan mereka dengan tidak sedar melukakan tangan
mereka sambil berkata: "Jauhnya Allah dari kekurangan! Ini bukanlah seorang
manusia, ini tidak lain melainkan malaikat yang mulia!"
(Zulaikha) berkata: "Inilah orangnya yang kamu tempelak aku mengenainya!
Sebenarnya aku telah memujuknya berkehendakkan dirinya tetapi ia menolak dan
berpegang teguh kepada kesuciannya; dan demi sesungguhnya kalau ia tidak mahu
melakukan apa yang aku suruh tentulah ia akan dipenjarakan, dan akan menjadi
dari orang-orang yang hina."
Yusuf (merayu kehadrat Allah Taala dengan) berkata: "Wahai Tuhanku! Aku lebih
suka kepada penjara dari apa yang perempuan-perempuan itu ajak aku kepadanya.
Dan jika Engkau tidak menjauhkan daripadaku tipu daya mereka, mungkin aku akan
cenderung kepada mereka, dan aku menjadi dari orang-orang yang tidak mengamalkan
ilmunya".
Kemudian timbul fikiran bagi suami perempuan itu, serta orang-orangnya hendak
memenjarakan Yusuf sesudah mereka nampak tanda-tanda (yang menghendaki supaya
Yusuf dijauhkan) hingga ke suatu masa.
Dan masuklah bersama-samanya ke penjara dua orang khadam raja. Salah seorang di
antaranya (bertanya kepada Yusuf dengan) berkata: "Sesungguhnya aku bermimpi
melihat diriku memerah anggur ". Dan berkata pula yang seorang lagi:
"Sesungguhnya aku bermimpi melihat diriku menjunjung roti atas kepalaku, yang
sebahagiannya dimakan oleh burung." (kemudian keduanya berkata): "Terangkanlah
kepada kami akan takbirnya. Sesungguhnya kami memandangmu: dari orang-orang yang
berbuat kebaikan (untuk umum)".
Yusuf menjawab: "(Aku bukan sahaja dapat menerangkan takbir mimpi kamu itu,
bahkan) tidak datang kepada kamu sesuatu makanan yang diberikan kepada kamu
(tiap-tiap hari dalam penjara), melainkan aku juga dapat memberitahu kepada kamu
akan nama dan jenisnya, sebelum ia dibawa kepada kamu. Yang demikian itu ialah
sebahagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh Tuhanku. Dengan sebab itu aku
meninggalkan ugama kaum yang tidak beriman kepada Allah serta tidak pula
percayakan hari akhirat.
"Dan aku menurut ugama bapa dan datuk nenekku: Ibrahim dan Ishak serta Yaakub.
Tidaklah sepatutnya kita mempersekutukan sesuatupun dengan Allah. Mentauhid -
mengesakan Allah ialah hasil dari limpah kurnia Allah kepada kita dan kepada
umat manusia. Tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
"Wahai sahabatku berdua yang sepenjara, memuja dan menyembah berbilang-bilang
tuhan yang bercerai-berai itukah yang lebih baik atau menyembah Allah Tuhan Yang
Maha Esa, lagi Maha Kuasa?
Apa yang kamu sembah, yang lain dari Allah, hanyalah nama-nama yang kamu
menamakannya, kamu dan datuk nenek kamu, Allah tidak pernah menurunkan sebarang
bukti yang membenarkannya. Sebenarnya hukum (yang menentukan amal ibadat)
hanyalah bagi Allah. Ia memerintahkan supaya kamu jangan menyembah melainkan
Dia. Yang demikian itulah Ugama yang betul, tetapi kebanyakan manusia tidak
mengetahui.
"Wahai sahabatku berdua yang sepenjara! (Takbir mimpi kamu itu ialah): adapun
salah seorang dari kamu, maka ia akan memberi minum arak kepada tuannya. Ada pun
yang seorang lagi, maka ia akan dipalang, serta burung pula akan makan dari
kepalanya. Telah selesailah (dan tetaplah berlakunya) perkara yang kamu tanyakan
itu".
Dan berkatalah Yusuf kepada orang yang ia percaya akan terselamat di antara
mereka berdua: "Sebutkanlah perihalku kepada tuanmu". (Setelah orang itu
dibebaskan dari penjara) maka ia dilupakan oleh syaitan untuk menyebutkan (hal
Yusuf) kepada tuannya. Dengan sebab itu tinggalah Yusuf dalam penjara beberapa
tahun.
Dan (pada suatu hari) raja Mesir berkata: "Sesungguhnya aku mimpi melihat: tujuh
ekor lembu yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor lembu yang kurus, dan aku melihat
tujuh tangkai (biji-bijian) yang hijau dan tujuh tangkai lagi yang kering. Wahai
ketua-ketua kaum (yang hadir, terangkanlah kepadaku tentang mimpiku ini, kalau
kamu orang yang pandai menafsirkan mimpi".
Mereka menjawab: "Yang demikian itu ialah mimpi-mimpi yang bercampur aduk, dan
kami bukanlah orang-orang yang mengetahui mimpi-mimpi (yang sedemikian) itu".
Dan (pada saat itu) berkatalah orang yang terselamat di antara mereka yang
berdua itu, dan yang baharu mengingati (akan pesanan Yusuf) sesudah berlalu
suatu masa yang lanjut: "Aku akan memberi tahu kepada kamu tafsirannya. Oleh itu
hantarkanlah daku pergi (kepada orang yang mengetahui tafsirannya) ".
(Setelah ia berjumpa dengan Yusuf, berkatalah ia): "Yusuf, Wahai orang yang
benar (pada segala-galanya)! tafsirkanlah kepada kami (seorang bermimpi
melihat): tujuh ekor lembu yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor lembu yang kurus;
dan tujuh tangkai (biji-bijian) yang hijau serta tujuh tangkai lagi yang kering;
(tafsirkanlah) supaya aku kembali kepada orang-orang yang mengutusku itu, semoga
mereka dapat mengetahui tafsirannya".
Yusuf menjawab: "Hendaklah kamu menanam bersungguh-sungguh tujuh tahun
berturut-turut, kemudian apa yang kamu ketam biarkanlah dia pada
tangkai-tangkainya; kecuali sedikit dari bahagian yang kamu jadikan untuk makan.
Kemudian akan datang selepas tempoh itu, tujuh tahun kemaraun yang besar, yang
akan menghabiskan makanan yang kamu sediakan baginya; kecuali sedikit dari apa
yang kamu simpan (untuk dijadikan benih).
"Kemudian akan datang pula sesudah itu tahun yang padanya orang ramai beroleh
rahmat hujan, dan padanya mereka dapat memerah (hasil anggur, zaitun dan
sebagainya)".
Dan (apabila mendengar tafsiran itu) berkatalah raja Mesir:" Bawalah dia
kepadaku! "Maka tatkata utusan raja datang kepada Yusuf (menjemputnya mengadap
raja), Yusuf berkata kepadanya: Kembalilah kepada tuanmu kemudian bertanyalah
kepadanya: "Apa halnya perempuan-perempuan yang melukakan tangan mereka ?
Sesungguhnya Tuhanku Maha Mengetahui tipu daya mereka".
Setelah perempuan-perempuan itu dipanggil), raja bertanya kepada mereka: "Apahal
kamu, semasa kamu memujuk Yusuf mengenai dirinya?" Mereka menjawab: JauhNya
Allah dari segala cacat cela, kami tidak mengetahui sesuatu kejahatan terhadap
Yusuf". Isteri Al-Aziz pun berkata: "Sekarang ternyatalah kebenaran (yang selama
ini tersembunyi), akulah yang memujuk Yusuf berkehendakkan dirinya (tetapi ia
telah menolak); dan sesungguhnya adalah ia dari orang-orang yang benar.
"(Pengakuanku) yang demikian supaya ia mengetahui, bahawa aku tidak
mengkhianatinya semasa ia tidak hadir (bersama di sini); dan bahawa Allah tidak
menjayakan tipu daya orang-orang yang khianat.
"Dan tiadalah aku berani membersihkan diriku; sesungguhnya nafsu manusia itu
sangat menyuruh melakukan kejahatan, kecuali orang-orang yang telah diberi
rahmat oleh Tuhanku (maka terselamatlah ia dari hasutan nafsu itu). Sesungguhnya
Tuhanku Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani."
Dan (setelah mendengar pengakuan perempuan-perempuan itu), raja berkata:
"Bawalah Yusuf kepadaku, aku hendak menjadikan dia orang yang khas untuk aku
bermesyuarat dengannya. Setelah (Yusuf dibawa mengadap, dan raja) berkata-kata
dengannya (serta mengetahui kebijaksanaannya) berkatalah raja kepadanya:
"Sesungguhnya engkau pada hari ini (wahai Yusuf), seorang yang berpangkat
tinggi, lagi dipercayai di kalangan kami ".
Yusuf berkata: "Jadikanlah daku pengurus perbendaharaan hasil bumi (Mesir);
sesungguhnya aku sedia menjaganya dengan sebaik-baiknya, lagi mengetahui cara
mentadbirkannya".
Dan demikianlah caranya, Kami tetapkan kedudukan Yusuf memegang kuasa di bumi
Mesir; ia bebas tinggal di negeri itu di mana sahaja yang disukainya. Kami
limpahkan rahmat Kami kepada sesiapa sahaja yang Kami kehendaki, dan Kami tidak
menghilangkan balasan baik orang-orang yang berbuat kebaikan.
Dan (setelah tiba musim kemarau) datanglah saudara-saudara Yusuf (ke Mesir),
lalu masuklah mereka mendapatkannya; Yusuf dengan serta merta kenal mereka,
sedang mereka tidak mengenalnya.
Dan ketika Yusuf menyediakan untuk mereka bekalan mereka, berkatalah ia:" (Pada
kali yang lain) bawalah kepadaku saudara kamu yang sebapa. Tidakkah kamu
melihat, bahawa aku menyempurnakan bekalan makanan kamu, dan bahawa aku
sebaik-baik penerima tetamu?
Oleh itu, kalau kamu tidak membawanya kepadaku, maka tidak ada hak bagi kamu
mendapat bekalan makanan di sisiku, dan janganlah kamu menghampiriku lagi".
Dan (selepas itu) berkatalah Yusuf kepada orang-orang suruhannya. "Masukkanlah
barang-barang dagangan mereka pada tempat simpanan barang di kenderaan mereka,
supaya mereka mengetahuinya kelak ketika mereka kembali kepada keluarga mereka,
dan supaya mereka datang lagi (ke negeri ini)".
Maka ketika mereka kembali kepada bapa mereka, berkatalah mereka: "Wahai ayah
kami! Kami (tetap diberi amaran bahawa kami) tidak akan mendapat lagi bekalan
makanan (kiranya Bunyamin tidak pergi bersama). Oleh itu, hantarkanlah dia
bersama-sama kami, supaya kami dapat lagi bekalan makanan; dan sesungguhnya kami
akan menjaganya dengan sebaik-baiknya".
Bapa mereka berkata: "(Jika aku lepaskan dia pergi bersama-sama kamu), aku tidak
menaruh kepercayaan kepada kamu menjaganya melainkan seperti kepercayaanku
kepada kamu menjaga saudaranya dahulu (yang telah kamu hampakan. Oleh itu aku
hanya menaruh kepercayaan kepada Allah), kerana Allah jualah Penjaga yang
sebaik-baiknya, dan Dia lah jua Yang Maha Mengasihani dari sesiapa sahaja yang
menaruh belas kasihan".
Dan semasa mereka membuka barang-barang mereka, mereka dapati barang-barang
dagangan mereka telah dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata dengan
gembiranya: "Wahai ayah kami! Apa yang kita kehendaki lagi? Ini dia
barang-barang dagangan yang kita jadikan tukaran (bagi mendapat gandum) itu
telah dikembalikan kepada kita. Dan (dengan kemurahan hati menteri yang berbudi
itu) akan dapatlah kami membawa lagi bekalan makanan kepada keluarga kami, dan
kami pula akan dapat menjaga saudara kami, serta akan dapat tambahan benda-benda
makanan sebanyak muatan seekor unta lagi. Pemberian tambahan yang sebanyak itu
mudah sekali ditunaikannya".
Bapa mereka berkata:" Aku tidak sekali-kali akan melepaskan dia (Bunyamin) pergi
bersama-sama kamu, sehingga kamu memberi kepadaku satu perjanjian yang teguh
(bersumpah) dengan nama Allah, bahawa kamu akan membawanya kembali kepadaku
dengan selamat, kecuali jika kamu semua dikepong dan dikalahkan oleh musuh".
Maka ketika mereka memberikan perjanjian yang teguh (bersumpah) kepadanya,
berkatalah ia: "Allah jualah yang menjadi Saksi dan Pengawas atas apa yang kita
semua katakan itu."
Dan ia berkata lagi: "Wahai anak-anakku! Janganlah kamu masuk (ke bandar Mesir)
dari sebuah pintu sahaja, tetapi masuklah dari beberapa buah pintu yang
berlainan. Dan aku (dengan nasihatku ini), tidak dapat menyelamatkan kamu dari
sesuatu takdir yang telah ditetapkan oleh Allah. Kuasa menetapkan sesuatu (sebab
dan musabab) itu hanya tertentu bagi Allah. KepadaNyalah aku berserah diri, dan
kepadaNyalah hendaknya berserah orang-orang yang mahu berserah diri".
Dan ketika mereka masuk menurut arah yang diperintahkan oleh bapa mereka,
tidaklah perintahnya itu dapat menyelamatkan mereka dari apa yang telah
ditakdirkan oleh Allah sedikitpun, tetapi yang demikian itu hanyalah melahirkan
hajat yang terpendam dalam hati Nabi Yaakub. Dan sesungguhnya ia orang yang
berilmu, kerana kami telah mengajarnya (dengan perantaraan wahyu); tetapi
kebanyakan manusia tidak mengetahui (akan rahsia takdir Tuhan).
Dan semasa mereka masuk mendapatkan Yusuf, ia menempatkan saudara kandungnya
(Bunyamin) bersama-samanya, sambil berkata kepadanya:" Akulah saudara engkau
Yusuf), oleh itu janganlah engkau berdukacita lagi disebabkan apa yang mereka
lakukan".
Maka ketika ia membekalkan mereka dengan bekalan makan (yang mencukupi
keperluan) mereka, lalu ia meletakkan bijana minuman raja di kenderaan
saudaranya (Bunyamin), kemudian menyeru seorang penyeru:" Wahai orang-orang
kafilah ini, sesungguhnya kamu adalah pencuri ".
Orang-orang menteri menjawab: "Kami kehilangan cupak raja. Dan sesiapa yang
memulangkannya akan diberi (benda-benda makanan) sebanyak muatan seekor unta,
dan akulah yang menjamin pemberian itu".
Mereka berkata: "Demi Allah! Sesungguhnya kamu sedia mengetahui bahawa
kedatangan kami bukanlah untuk berbuat kerosakan di bumi (Mesir ini), dan kami
pula bukanlah pencuri".
Mereka menjawab: "Balasannya: sesiapa yang didapati benda itu di kenderaannya,
maka dia lah sendiri yang menjadi balasannya. Demikianlah kami membalas
orang-orang yang zalim".
Maka Yusuf pun mulailah memeriksa tempat-tempat barang mereka sebelum memeriksa
tempat barang saudara kandungnya (Bunyamin) kemudian ia mengeluarkan benda yang
hilang itu dari tempat simpanan barang saudara kandungnya. Demikianlah Kami
jayakan rancangan untuk (menyampaikan hajat) Yusuf. Tidaklah ia akan dapat
mengambil saudara kandungnya menurut undang-undang raja, kecuali jika
dikehendaki oleh Allah. (Dengan ilmu pengetahuan), Kami tinggikan pangkat
kedudukan sesiapa yang Kami kehendaki, dan tiap-tiap orang yang berilmu
pengetahuan, ada lagi di atasnya yang lebih mengetahui,
Mereka berkata:" Kalau dia mencuri, maka (tidaklah pelik), kerana sesungguhnya
saudara kandungnya pernah juga mencuri dahulu. (Mendengar kata-kata yang
menyinggung itu) maka Yusuf pun menyembunyikan perasaannya, dan tidak
menyatakannya kepada mereka, sambil berkata (dalam hati): "Kamulah yang lebih
buruk keadaannya; dan Allah Maha Mengetahui akan apa yang kamu katakan itu".
Merekapun merayu dengan berkata: "Wahai datuk menteri! Sesungguhnya ia
(Bunyamin), mempunyai bapa yang sudah tua, lagi berpangkat. Oleh itu, ambilah
salah seorang di antara kami sebagai gantinya; sesungguhnya kami memandangmu
dari orang-orang yang sentiasa berbudi ".
Yusuf berkata: "Kami berlindung kepada Allah daripada mengambil sesiapapun
kecuali orang yang kami dapati barang kami dalam simpanannya. Sesungguhnya jika
kami mengambil orang lain, nescaya menjadilah kami orang-orang yang zalim".
Maka apabila mereka berputus asa daripada mendapat pertolongannya, merekapun
mengasingkan diri lalu bermesyuarat tentang hal itu. Berkatalah ketua mereka
(saudaranya yang sulung): "Tidakkah kamu ketahui bahawa bapa kita telah
mengambil janji dari kamu yang dikuatkan dengan nama Allah, dan dahulu pun kamu
telah mencuaikan janji dan sumpah kamu dalam perkara menjaga keselamatan Yusuf?
Oleh itu, aku tidak sekali-kali akan meninggalkan negeri (Mesir) ini sehingga
bapaku izinkan aku (kembali atau sehingga Allah menghukum bagiku (untuk
meninggalkan negeri ini), dan Dia lah Hakim yang seadil-adilnya.
Kembalilah kamu kepada bapa kamu, dan katakanlah, wahai ayah kami! Sesungguhnya
anakmu (Bunyamin) telah mencuri, dan kami tidak menjadi saksi (terhadapnya)
melainkan dengan apa yang kami ketahui dan kami tidaklah dapat menjaga perkara
yang ghaib.
Dan bertanyalah kepada penduduk negeri (Mesir) tempat kami tinggal (berdagang)
dan kepada orang-orang kafilah yang kami balik bersamanya. Sesungguhnya kami
adalah orang-orang yang benar".
(Setelah mereka kembali dan menyampaikan hal itu kepada bapa mereka) berkatalah
ia: "(Tidaklah benar apa yang kamu katakan itu) bahkan nafsu kamu telah
memperelokkan pada pandangan kamu suatu perkara (yang kamu rancangkan). Jika
demikian, bersabarlah aku dengan sebaik-baiknya, mudah-mudahan Allah
mengembalikan mereka semua kepadaku. Sesungguhnya Dia lah jua Yang Maha
Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
Dan (bapa mereka - Nabi Yaakub) pun berpaling dari mereka (kerana berita yang
mengharukan itu) sambil berkata: Aduhai sedihnya aku kerana Yusuf, dan putihlah
dua belah matanya disebabkan ratap tangis dukacitanya kerana ia orang yang
memendamkan marahnya di dalam hati.
(Nabi Yaakub) menjawab: "Sesungguhnya aku hanyalah mengadukan kesusahan dan
dukacitaku kepada Allah dan aku mengetahui (dengan perantaraan wahyu) dari
Allah, apa yang kamu tidak mengetahuinya.
Wahai anak-anakku! Pergilah dan intiplah khabar berita mengenai Yusuf dan
saudaranya (Bunyamin), dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat serta
pertolongan Allah. Sesungguhnya tidak berputus asa dari rahmat dan pertolongan
Allah itu melainkan kaum yang kafir".
Maka (bertolaklah mereka ke Mesir, dan) setelah mereka masuk mengadap Yusuf,
berkatalah mereka: "Wahai Datuk Menteri, kami dan keluarga kami telah menderita
kesusahan (kemarau), dan kami datang dengan membawa barang-barang yang kurang
baik dan tidak berharga (untuk menjadi tukaran bagi benda-benda makanan negeri
ini). Oleh itu, sempurnakanlah sukatan bekalan makanan bagi kami dan mendermalah
kepada kami, sesungguhnya Allah membalas dengan sebaik-baik balasan kepada
orang-orang yang bermurah hati menderma".
Yusuf berkata: "Tahukah kamu (betapa buruknya) apa yang kamu telah lakukan
kepada Yusuf dan adiknya, semasa kamu masih jahil (tentang buruknya perbuatan
yang demikian)?"
Mereka bertanya (dengan hairan): "Engkau ini Yusufkah? " Ia menjawab: "Akulah
Yusuf dan ini adikku (Bunyamin). Sesungguhnya Allah telah mengurniakan nikmatNya
kepada kami. Sebenarnya sesiapa yang bertaqwa dan bersabar, maka sesungguhnya
Allah tidak menghilangkan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.
Mereka berkata: "Demi Allah! Sesungguhnya Allah telah melebihkan dan memuliakan
engkau daripada kami (disebabkan taqwa dan kesabaranmu); dan sesungguhnya kami
adalah orang-orang yang bersalah".
Yusuf berkata: "Kamu pada hari ini tidak akan ditempelak atau disalahkan
(tentang perbuatan kamu yang telah terlanjur itu), semoga Allah mengampunkan
dosa kamu, dan Dia lah jua Yang Maha Mengasihani daripada segala yang lain yang
mengasihani.
Pergilah dengan membawa bajuku ini, kemudian letakkan pada muka ayahku supaya ia
dapat melihat, dan selepas itu bawalah kepadaku keluarga kamu semuanya".
Dan semasa kafilah (mereka meninggalkan Mesir menunju ke tempat bapa mereka di
Palestin), berkatalah bapa mereka (kepada kaum kerabatnya yang ada di sisinya):
"Sesungguhnya aku ada terbau akan bau Yusuf. Jika kamu tidak menyangka aku sudah
nyanyuk (tentulah kamu akan percaya)".
Maka sebaik-baik sahaja datang pembawa khabar berita yang mengembirakan itu, dia
pun meletakkan baju Yusuf pada muka Nabi Yaakub, lalu menjadilah ia celik
kembali seperti sediakala. Nabi Yaakub berkata: "Bukankah aku telah katakan
kepada kamu, sesungguhnya aku mengetahui (dengan perantaraan wahyu) dari Allah
akan apa yang kamu tidak mengetahuinya?"
Maka ketika mereka (Nabi Yaakub dan keluarganya) masuk (ke Mesir) menemui Yusuf,
Yusuf segera menyambut serta memeluk kedua ibu bapanya, sambil berkata:
"Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah kamu berada di dalam aman.
Dan ia dudukkan kedua ibu bapanya (bersama-samanya) di atas kerusi kebesaran.
Dan setelah itu mereka semuanya tunduk memberi hormat kepada Yusuf. Dan (pada
saat itu) berkatalah Yusuf: "Wahai ayahku! Inilah dia tafsiran mimpiku dahulu.
Sesungguhnya Allah telah menjadikan mimpiku itu benar. Dan sesungguhnya Ia telah
melimpahkan kebaikan kepadaku ketika Ia mengeluarkan daku dari penjara; dan Ia
membawa kamu ke mari dari dosa sesudah Syaitan (dengan hasutannya) merosakkan
perhubungan antaraku dengan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku lemah-lembut
tadbirNya bagi apa yang dikehendakiNya; sesungguhnya Dia lah yang Maha
Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
"Wahai Tuhanku! Sesungguhnya Engkau telah mengurniakan daku sebahagian dari
kekuasaan (pemerintahan) dan mengajarku sebahagian dari ilmu tafsiran mimpi.
Wahai Tuhan yang menciptakan langit dan bumi Engkau Penguasa dan Pelindungku di
dunia dan di akhirat; sempurnakanlah ajalku (ketika mati) dalam keadaan Islam,
dan hubungkanlah daku dengan orang-orang yang soleh".
(Kisah nabi Yusuf) yang demikian ialah dari berita-berita yang ghaib yang kami
wahyukan kepadamu (wahai Muhammad), sedang engkau tidak ada bersama-sama mereka
semasa mereka sekata mengambil keputusan (hendak membuang Yusuf ke dalam perigi)
dan semasa mereka menjalankan rancangan jahat (terhadapnya untuk
membinasakannya).
Padahal engkau tidak meminta kepada mereka sebarang upah tentang ajaran
Al-Quran, sedang Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan dan pengajaran dari
Allah bagi umat manusia seluruhnya.
Dan berapa banyak tanda-tanda kekuasaan Allah di langit dan di bumi yang mereka
menyaksikannya berulang-ulang semasa mereka pagi dan datang, sedang mereka tidak
juga menghiraukan dan memikirkannya.
(Mengapa mereka bersikap demikian?) Adakah mereka merasa aman dari didatangi
azab Allah yang meliputi mereka, atau didatangi hari kiamat secara mengejut,
sedang mereka tidak menyedarinya?
Katakanlah (wahai Muhammad): "Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang
menurutku, menyeru manusia umumnya kepada ugama Allah dengan berdasarkan
keterangan dan bukti yang jelas nyata. Dan aku menegaskan: Maha suci Allah (dari
segala iktiqad dan perbuatan syirik); dan bukanlah aku dari golongan yang
mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain."
Dan tiadalah Kami mengutus Rasul - sebelummu (wahai Muhammad) melainkan
orang-orang lelaki dari penduduk bandar, yang kami wahyukan kepada mereka. Maka
mengapa orang-orang (yang tidak mahu beriman) itu tidak mengembara di muka bumi,
supaya memerhatikan bagaimana akibat orang-orang kafir yang terdahulu dari
mereka? Dan (ingatlah) sesungguhnya negeri akhirat lebih baik bagi orang-orang
yang bertaqwa. Oleh itu, mengapa kamu (wahai manusia) tidak mahu memikirkannya?
(Orang-orang yang mendustakan ugama Allah itu telah diberi tempoh yang lanjut
sebelum ditimpakan dengan azab) hingga apabila Rasul-rasul berputus asa terhadap
kaumnya yang ingkar dan menyangka bahawa mereka telah disifatkan oleh kaumnya
sebagai orang-orang yang berdusta, datanglah pertolongan Kami kepada mereka,
lalu diselamatkanlah sesiapa yang Kami kehendaki. Dan (ingatlah bahawa) azab
Kami tidak akan dapat ditolak oleh sesiapapun daripada menimpa kaum yang
berdosa.
Demi sesungguhnya, kisah Nabi-nabi itu mengandungi pelajaran yang mendatangkan
iktibar bagi orang-orang yang mempunyai akal fikiran. (Kisah Nabi-nabi yang
terkandung dalam Al-Quran) bukanlah ia cerita-cerita yang diada-adakan, tetapi
ia mengesahkan apa yang tersebut di dalam Kitab-kitab ugama yang terdahulu
daripadanya, dan ia sebagai keterangan yang menjelaskan tiap-tiap sesuatu, serta
menjadi hidayah petunjuk dan rahmat bagi kaum yang (mahu) beriman.