1st Ayah 1 الأية ١الأوليبِسْم ِ اللهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ
وَالنُّورَ ۖ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ
Alhamdu lillahi allatheekhalaqa assamawati wal-ardawajaAAala aththulumati
wannoorathumma allatheena kafaroo birabbihim yaAAdiloon
Indonesian
Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan
gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan
Tuhan mereka.
|
Ayah 6:2 الأية
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن طِينٍ ثُمَّ قَضَىٰ أَجَلًا ۖ وَأَجَلٌ مُّسَمًّى
عِندَهُ ۖ ثُمَّ أَنتُمْ تَمْتَرُونَ
Huwa allathee khalaqakum min teeninthumma qada ajalan waajalun musamman AAindahu
thumma antumtamtaroon
Indonesian
Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal
(kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang Dia
sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit
itu).
|
Ayah 6:3 الأية
وَهُوَ اللهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَفِي الْأَرْضِ ۖ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ
وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ
Wahuwa Allahu fee assamawatiwafee al-ardi yaAAlamu sirrakum wajahrakum
wayaAAlamu mataksiboon
Indonesian
Dan Dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui
apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa
yang kamu usahakan.
|
Ayah 6:4 الأية
وَمَا تَأْتِيهِم مِّنْ آيَةٍ مِّنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا عَنْهَا
مُعْرِضِينَ
Wama ta/teehim min ayatin min ayatirabbihim illa kanoo AAanha muAArideen
Indonesian
Dan tidak ada suatu ayatpun dari ayat-ayat Tuhan sampai kepada mereka, melainkan
mereka selalu berpaling dari padanya (mendustakannya).
|
Ayah 6:5 الأية
فَقَدْ كَذَّبُوا بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ ۖ فَسَوْفَ يَأْتِيهِمْ أَنبَاءُ مَا
كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ
Faqad kaththaboo bilhaqqilamma jaahum fasawfa ya/teehim anbao makanoo bihi
yastahzi-oon
Indonesian
Sesungguhnya mereka telah mendustakan yang haq (Al-Quran) tatkala sampai kepada
mereka, maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang
selalu mereka perolok-olokkan.
|
Ayah 6:6 الأية
أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَبْلِهِم مِّن قَرْنٍ مَّكَّنَّاهُمْ فِي
الْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّن لَّكُمْ وَأَرْسَلْنَا السَّمَاءَ عَلَيْهِم
مِّدْرَارًا وَجَعَلْنَا الْأَنْهَارَ تَجْرِي مِن تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُم
بِذُنُوبِهِمْ وَأَنشَأْنَا مِن بَعْدِهِمْ قَرْنًا آخَرِينَ
Alam yaraw kam ahlakna min qablihimmin qarnin makkannahum fee al-ardi ma
lamnumakkin lakum waarsalna assamaa AAalayhimmidraran wajaAAalna al-anhara
tajree min tahtihimfaahlaknahum bithunoobihim waansha/na minbaAAdihim qarnan
akhareen
Indonesian
Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami
binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan
mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu,
dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai
mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka
sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.
|
Ayah 6:7 الأية
وَلَوْ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ كِتَابًا فِي قِرْطَاسٍ فَلَمَسُوهُ بِأَيْدِيهِمْ
لَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ
Walaw nazzalna AAalayka kitabanfee qirtasin falamasoohu bi-aydeehim laqala
allatheenakafaroo in hatha illa sihrun mubeen
Indonesian
Dan kalau Kami turunkan kepadamu tulisan di atas kertas, lalu mereka dapat
menyentuhnya dengan tangan mereka sendiri, tentulah orang-orang kafir itu
berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata".
|
Ayah 6:8 الأية
وَقَالُوا لَوْلَا أُنزِلَ عَلَيْهِ مَلَكٌ ۖ وَلَوْ أَنزَلْنَا مَلَكًا لَّقُضِيَ
الْأَمْرُ ثُمَّ لَا يُنظَرُونَ
Waqaloo lawla onzila AAalayhimalakun walaw anzalna malakan laqudiya
al-amruthumma la yuntharoon
Indonesian
Dan mereka berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) malaikat?"
dan kalau Kami turunkan (kepadanya) malaikat, tentulah selesai urusan itu,
kemudian mereka tidak diberi tangguh (sedikitpun).
|
Ayah 6:9 الأية
وَلَوْ جَعَلْنَاهُ مَلَكًا لَّجَعَلْنَاهُ رَجُلًا وَلَلَبَسْنَا عَلَيْهِم مَّا
يَلْبِسُونَ
Walaw jaAAalnahu malakan lajaAAalnahurajulan walalabasna AAalayhim ma yalbisoon
Indonesian
Dan kalau Kami jadikan rasul itu malaikat, tentulah Kami jadikan dia seorang
laki-laki dan (kalau Kami jadikan ia seorang laki-laki), tentulah Kami
meragu-ragukan atas mereka apa yang mereka ragu-ragukan atas diri mereka
sendiri.
|
Ayah 6:10 الأية
وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّن قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُم
مَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ
Walaqadi istuhzi-a birusulin min qablika fahaqabillatheena sakhiroo minhum ma
kanoobihi yastahzi-oon
Indonesian
Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka turunlah
kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab) olok-olokan
mereka.
|
Ayah 6:11 الأية
قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ ثُمَّ انظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
Qul seeroo fee al-ardi thumma onthurookayfa kana AAaqibatu almukaththibeen
Indonesian
Katakanlah: "Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana
kesudahan orang-orang yang mendustakan itu".
|
Ayah 6:12 الأية
قُل لِّمَن مَّا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ قُل لِّلَّهِ ۚ كَتَبَ عَلَىٰ
نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ
فِيهِ ۚ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
Qul liman ma fee assamawatiwal-ardi qul lillahi kataba AAalanafsihi arrahmata
layajmaAAannakum ilayawmi alqiyamati la rayba feehi allatheenakhasiroo anfusahum
fahum la yu/minoon
Indonesian
Katakanlah: "Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi". Katakanlah:
"Kepunyaan Allah". Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh
akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya.
Orang-orang yang meragukan dirinya mereka itu tidak beriman.
|
Ayah 6:13 الأية
وَلَهُ مَا سَكَنَ فِي اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Walahu ma sakana fee allayli wannahariwahuwa assameeAAu alAAaleem
Indonesian
Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang. Dan Dialah Yang
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
|
Ayah 6:14 الأية
قُلْ أَغَيْرَ اللهِ أَتَّخِذُ وَلِيًّا فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
وَهُوَ يُطْعِمُ وَلَا يُطْعَمُ ۗ قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ أَوَّلَ مَنْ
أَسْلَمَ ۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Qul aghayra Allahi attakhithuwaliyyan fatiri assamawati wal-ardiwahuwa yutAAimu
wala yutAAamu qul inneeomirtu an akoona awwala man aslama wala takoonanna
minaalmushrikeen
Indonesian
Katakanlah: "Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan
langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak memberi makan?" Katakanlah:
"Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang pertama kali menyerah
diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang musyrik".
|
Ayah 6:15 الأية
قُلْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ
Qul innee akhafu in AAasayturabbee AAathaba yawmin AAatheem
Indonesian
Katakanlah: "Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat),
jika aku mendurhakai Tuhanku".
|
Ayah 6:16 الأية
مَّن يُصْرَفْ عَنْهُ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمَهُ ۚ وَذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْمُبِينُ
Man yusraf AAanhu yawma-ithinfaqad rahimahu wathalika alfawzu almubeen
Indonesian
Barang siapa yang dijauhkan azab dari padanya pada hari itu, maka sungguh Allah
telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah keberuntungan yang nyata.
|
Ayah 6:17 الأية
وَإِن يَمْسَسْكَ اللهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن
يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Wa-in yamsaska Allahu bidurrinfala kashifa lahu illa huwa wa-in
yamsaskabikhayrin fahuwa AAala kulli shay-in qadeer
Indonesian
Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang
menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan
kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.
|
Ayah 6:18 الأية
وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ
Wahuwa alqahiru fawqa AAibadihiwahuwa alhakeemu alkhabeer
Indonesian
Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha
Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
|
Ayah 6:19 الأية
قُلْ أَيُّ شَيْءٍ أَكْبَرُ شَهَادَةً ۖ قُلِ اللهُ ۖ شَهِيدٌ بَيْنِي
وَبَيْنَكُمْ ۚ وَأُوحِيَ إِلَيَّ هَٰذَا الْقُرْآنُ لِأُنذِرَكُم بِهِ وَمَن
بَلَغَ ۚ أَئِنَّكُمْ لَتَشْهَدُونَ أَنَّ مَعَ اللهِ آلِهَةً أُخْرَىٰ ۚ قُل
لَّا أَشْهَدُ ۚ قُلْ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ وَإِنَّنِي بَرِيءٌ مِّمَّا
تُشْرِكُونَ
Qul ayyu shay-in akbaru shahadatanquli Allahu shaheedun baynee wabaynakum
waoohiyailayya hatha alqur-anu li-onthirakum bihiwaman balagha a-innakum
latashhadoona anna maAAa Allahi alihatanokhra qul la ashhadu qul innama huwa
ilahunwahidun wa-innanee baree-on mimma tushrikoon
Indonesian
Katakanlah: "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?" Katakanlah: "Allah". Dia
menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Quran ini diwahyukan kepadaku supaya
dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai
Al-Quran (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan
lain di samping Allah?" Katakanlah: "Aku tidak mengakui". Katakanlah:
"Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri
dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)".
|
Ayah 6:20 الأية
الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمُ
ۘ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
Allatheena ataynahumualkitaba yaAArifoonahu kama yaAArifoona abnaahumallatheena
khasiroo anfusahum fahum la yu/minoon
Indonesian
Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya
(Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang
merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah).
|
Ayah 6:21 الأية
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِآيَاتِهِ
ۗ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ
Waman athlamu mimmani iftaraAAala Allahi kathiban aw kaththababi-ayatihi innahu
la yuflihu aththalimoon
Indonesian
Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang membuat-buat suatu kedustaan
terhadap Allah, atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang
aniaya itu tidak mendapat keberuntungan.
|
Ayah 6:22 الأية
وَيَوْمَ نَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشْرَكُوا أَيْنَ
شُرَكَاؤُكُمُ الَّذِينَ كُنتُمْ تَزْعُمُونَ
Wayawma nahshuruhum jameeAAan thummanaqoolu lillatheena ashrakoo ayna
shurakaokumu allatheenakuntum tazAAumoon
Indonesian
Dan (ingatlah), hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya kemudian
Kami berkata kepada orang-orang musyrik: "Di manakah sembahan-sembahan kamu yang
dulu kamu katakan (sekutu-sekutu) Kami?".
|
Ayah 6:23 الأية
ثُمَّ لَمْ تَكُن فِتْنَتُهُمْ إِلَّا أَن قَالُوا وَاللهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا
مُشْرِكِينَ
Thumma lam takun fitnatuhum illa an qaloowallahi rabbina ma kunnamushrikeen
Indonesian
Kemudian tiadalah fitnah mereka, kecuali mengatakan: "Demi Allah, Tuhan kami,
tiadalah kami mempersekutukan Allah".
|
Ayah 6:24 الأية
انظُرْ كَيْفَ كَذَبُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ ۚ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا
يَفْتَرُونَ
Onthur kayfa kathabooAAala anfusihim wadalla AAanhum ma kanooyaftaroon
Indonesian
Lihatlah bagaimana mereka telah berdusta kepada diri mereka sendiri dan
hilanglah daripada mereka sembahan-sembahan yang dahulu mereka ada-adakan.
|
Ayah 6:25 الأية
وَمِنْهُم مَّن يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ ۖ وَجَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً
أَن يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا ۚ وَإِن يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَّا
يُؤْمِنُوا بِهَا ۚ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوكَ يُجَادِلُونَكَ يَقُولُ الَّذِينَ
كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ
Waminhum man yastamiAAu ilayka wajaAAalnaAAala quloobihim akinnatan an
yafqahoohu wafee athanihimwaqran wa-in yaraw kulla ayatin la yu/minoo bihahatta
itha jaooka yujadiloonakayaqoolu allatheena kafaroo in hatha illa
asateerual-awwaleen
Indonesian
Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkani (bacaan)mu, padahal Kami telah
meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan
(Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun mereka melihat segala tanda
(kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka
datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: "Al-Quran ini
tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu".
|
Ayah 6:26 الأية
وَهُمْ يَنْهَوْنَ عَنْهُ وَيَنْأَوْنَ عَنْهُ ۖ وَإِن يُهْلِكُونَ إِلَّا
أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ
Wahum yanhawna AAanhu wayan-awna AAanhuwa-in yuhlikoona illa anfusahum wama
yashAAuroon
Indonesian
Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Quran dan mereka sendiri
menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka
sendiri, sedang mereka tidak menyadari.
|
Ayah 6:27 الأية
وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا
نُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
Walaw tara ith wuqifoo AAalaannari faqaloo ya laytananuraddu wala nukaththiba
bi-ayatirabbina wanakoona mina almu/mineen
Indonesian
Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka
berkata: "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat
Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman", (tentulah kamu melihat
suatu peristiwa yang mengharukan).
|
Ayah 6:28 الأية
بَلْ بَدَا لَهُم مَّا كَانُوا يُخْفُونَ مِن قَبْلُ ۖ وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا
لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
Bal bada lahum ma kanooyukhfoona min qablu walaw ruddoo laAAadoo limanuhoo
AAanhu wa-innahum lakathiboon
Indonesian
Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu
menyembunyikannya. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka
kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya
mereka itu adalah pendusta belaka.
|
Ayah 6:29 الأية
وَقَالُوا إِنْ هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ
Waqaloo in hiya illa hayatunaaddunya wama nahnu bimabAAootheen
Indonesian
Dan tentu mereka akan mengatakan (pula): "Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia
ini saja, dan kita sekali-sekali tidak akan dibangkitkan".
|
Ayah 6:30 الأية
وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ وُقِفُوا عَلَىٰ رَبِّهِمْ ۚ قَالَ أَلَيْسَ هَٰذَا بِالْحَقِّ
ۚ قَالُوا بَلَىٰ وَرَبِّنَا ۚ قَالَ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ
تَكْفُرُونَ
Walaw tara ith wuqifoo AAalarabbihim qala alaysa hatha bilhaqqiqaloo bala
warabbina qala fathooqooalAAathaba bima kuntum takfuroon
Indonesian
Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah
kamu melihat peristiwa yang mengharukan). Berfirman Allah: "Bukankah
(kebangkitan ini benar?" Mereka menjawab: "Sungguh benar, demi Tuhan kami".
Berfirman Allah: "Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu
mengingkari(nya)".
|
Ayah 6:31 الأية
قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَتْهُمُ
السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يَا حَسْرَتَنَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ
يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَىٰ ظُهُورِهِمْ ۚ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ
Qad khasira allatheena kaththaboobiliqa-i Allahi hatta itha jaat-humuassaAAatu
baghtatan qaloo ya hasratanaAAala ma farratna feeha wahumyahmiloona awzarahum
AAala thuhoorihimala saa ma yaziroon
Indonesian
Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan
Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka
berkata: "Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang
kiamat itu!", sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah,
amat buruklah apa yang mereka pikul itu.
|
Ayah 6:32 الأية
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ
خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Wama alhayatu addunyailla laAAibun walahwun waladdaru al-akhiratikhayrun
lillatheena yattaqoona afala taAAqiloon
Indonesian
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka.
Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka
tidakkah kamu memahaminya?
|
Ayah 6:33 الأية
قَدْ نَعْلَمُ إِنَّهُ لَيَحْزُنُكَ الَّذِي يَقُولُونَ ۖ فَإِنَّهُمْ لَا
يُكَذِّبُونَكَ وَلَٰكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ اللهِ يَجْحَدُونَ
Qad naAAlamu innahu layahzunuka allatheeyaqooloona fa-innahum la
yukaththiboonaka walakinnaaththalimeena bi-ayatiAllahi yajhadoon
Indonesian
Sesungguhnya Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan
hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan
mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat
Allah.
|
Ayah 6:34 الأية
وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّن قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا
وَأُوذُوا حَتَّىٰ أَتَاهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللهِ ۚ
وَلَقَدْ جَاءَكَ مِن نَّبَإِ الْمُرْسَلِينَ
Walaqad kuththibat rusulun minqablika fasabaroo AAala ma kuththiboowaoothoo
hatta atahum nasrunawala mubaddila likalimati Allahi walaqad jaakamin naba-i
almursaleen
Indonesian
Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi
mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap
mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka. Tak ada seorangpun yang
dapat merubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang
kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu.
|
Ayah 6:35 الأية
وَإِن كَانَ كَبُرَ عَلَيْكَ إِعْرَاضُهُمْ فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَن تَبْتَغِيَ
نَفَقًا فِي الْأَرْضِ أَوْ سُلَّمًا فِي السَّمَاءِ فَتَأْتِيَهُم بِآيَةٍ ۚ
وَلَوْ شَاءَ اللهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدَىٰ ۚ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ
الْجَاهِلِينَ
Wa-in kana kabura AAalayka iAAraduhumfa-ini istataAAta an tabtaghiya nafaqan fee
al-ardiaw sullaman fee assama-i fata/tiyahum bi-ayatinwalaw shaa Allahu
lajamaAAahum AAala alhudafala takoonanna mina aljahileen
Indonesian
Dan jika perpalingan mereka (darimu) terasa amat berat bagimu, maka jika kamu
dapat membuat lobang di bumi atau tangga ke langit lalu kamu dapat mendatangkan
mukjizat kepada mereka (maka buatlah). Kalau Allah menghendaki, tentu saja Allah
menjadikan mereka semua dalam petunjuk sebab itu janganlah sekali-kali kamu
termasuk orang-orang yang jahil
|
Ayah 6:36 الأية
إِنَّمَا يَسْتَجِيبُ الَّذِينَ يَسْمَعُونَ ۘ وَالْمَوْتَىٰ يَبْعَثُهُمُ اللهُ
ثُمَّ إِلَيْهِ يُرْجَعُونَ
Innama yastajeebu allatheenayasmaAAoona walmawta yabAAathuhumu Allahuthumma
ilayhi yurjaAAoon
Indonesian
Hanya mereka yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan
orang-orang yang mati (hatinya), akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian
kepada-Nya-lah mereka dikembalikan.
|
Ayah 6:37 الأية
وَقَالُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِّن رَّبِّهِ ۚ قُلْ إِنَّ اللهَ
قَادِرٌ عَلَىٰ أَن يُنَزِّلَ آيَةً وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Waqaloo lawla nuzzila AAalayhiayatun min rabbihi qul inna Allaha qadirunAAala an
yunazzila ayatan walakinnaaktharahum la yaAAlamoon
Indonesian
Dan mereka (orang-orang musyrik Mekah) berkata: "Mengapa tidak diturunkan
kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya
Allah kuasa menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak
mengetahui".
|
Ayah 6:38 الأية
وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا
أُمَمٌ أَمْثَالُكُم ۚ مَّا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِن شَيْءٍ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ
رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ
Wama min dabbatin fee al-ardiwala ta-irin yateeru bijanahayhi illaomamun
amthalukum ma farratna feealkitabi min shay-in thumma ila rabbihim yuhsharoon
Indonesian
Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang
dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan
sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.
|
Ayah 6:39 الأية
وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا صُمٌّ وَبُكْمٌ فِي الظُّلُمَاتِ ۗ مَن يَشَإِ
اللهُ يُضْلِلْهُ وَمَن يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Wallatheena kaththaboobi-ayatina summun wabukmun fee aththulumatiman yasha-i
Allahu yudlilhu waman yasha/ yajAAalhuAAala siratin mustaqeem
Indonesian
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada
dalam gelap gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya
disesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya
petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus.
|
Ayah 6:40 الأية
قُلْ أَرَأَيْتَكُمْ إِنْ أَتَاكُمْ عَذَابُ اللهِ أَوْ أَتَتْكُمُ السَّاعَةُ
أَغَيْرَ اللهِ تَدْعُونَ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
Qul araaytakum in atakum AAathabuAllahi aw atatkumu assaAAatu aghayra
AllahitadAAoona in kuntum sadiqeen
Indonesian
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu, atau
datang kepadamu hari kiamat, apakah kamu menyeru (tuhan) selain Allah; jika kamu
orang-orang yang benar!"
|
Ayah 6:41 الأية
بَلْ إِيَّاهُ تَدْعُونَ فَيَكْشِفُ مَا تَدْعُونَ إِلَيْهِ إِن شَاءَ وَتَنسَوْنَ
مَا تُشْرِكُونَ
Bal iyyahu tadAAoona fayakshifu matadAAoona ilayhi in shaa watansawna ma
tushrikoon
Indonesian
(Tidak), tetapi hanya Dialah yang kamu seru, maka Dia menghilangkan bahaya yang
karenanya kamu berdoa kepada-Nya, jika Dia menghendaki, dan kamu tinggalkan
sembahan-sembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah).
|
Ayah 6:42 الأية
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُم بِالْبَأْسَاءِ
وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ
Walaqad arsalna ila omamin minqablika faakhathnahum bilba/sa-i
waddarra-ilaAAallahum yatadarraAAoon
Indonesian
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum
kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan
kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan
diri.
|
Ayah 6:43 الأية
فَلَوْلَا إِذْ جَاءَهُم بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَٰكِن قَسَتْ قُلُوبُهُمْ
وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Falawla ith jaahumba/suna tadarraAAoo walakin qasat quloobuhumwazayyana lahumu
ashshaytanu ma kanooyaAAmaloon
Indonesian
Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri
ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi
keras, dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka
kerjakan.
|
Ayah 6:44 الأية
فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ
حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم
مُّبْلِسُونَ
Falamma nasoo ma thukkiroobihi fatahna AAalayhim abwaba kulli shay-in hattaitha
farihoo bima ootoo akhathnahumbaghtatan fa-itha hum mublisoon
Indonesian
Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka,
Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila
mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa
mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.
|
Ayah 6:45 الأية
فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا ۚ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
الْعَالَمِينَ
FaqutiAAa dabiru alqawmi allatheenathalamoo walhamdu lillahirabbi alAAalameen
Indonesian
Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji
bagi Allah, Tuhan semesta alam.
|
Ayah 6:46 الأية
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ اللهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَارَكُمْ وَخَتَمَ عَلَىٰ
قُلُوبِكُم مَّنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللهِ يَأْتِيكُم بِهِ ۗ انظُرْ كَيْفَ
نُصَرِّفُ الْآيَاتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَ
Qul araaytum in akhatha AllahusamAAakum waabsarakum wakhatama AAala
quloobikumman ilahun ghayru Allahi ya/teekum bihi onthurkayfa nusarrifu al-ayati
thumma hum yasdifoon
Indonesian
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan
penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa
mengembalikannya kepadamu?" Perhatikanlah bagaimana Kami berkali-kali
memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling
(juga).
|
Ayah 6:47 الأية
قُلْ أَرَأَيْتَكُمْ إِنْ أَتَاكُمْ عَذَابُ اللهِ بَغْتَةً أَوْ جَهْرَةً هَلْ
يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الظَّالِمُونَ
Qul araaytakum in atakum AAathabuAllahi baghtatan aw jahratan hal yuhlaku
illaalqawmu aththalimoon
Indonesian
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu dengan
sekonyong-konyong, atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah)
selain dari orang yang zalim?"
|
Ayah 6:48 الأية
وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ ۖ فَمَنْ آمَنَ
وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Wama nursilu almursaleena illamubashshireena wamunthireena faman amana
waaslahafala khawfun AAalayhim wala hum yahzanoon
Indonesian
Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar
gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan
perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka
bersedih hati.
|
Ayah 6:49 الأية
وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا يَمَسُّهُمُ الْعَذَابُ بِمَا كَانُوا
يَفْسُقُونَ
Wallatheena kaththaboobi-ayatina yamassuhumu alAAathabu bimakanoo yafsuqoon
Indonesian
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa
disebabkan mereka selalu berbuat fasik.
|
Ayah 6:50 الأية
قُل لَّا أَقُولُ لَكُمْ عِندِي خَزَائِنُ اللهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا
أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ ۚ قُلْ
هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ
Qul la aqoolu lakum AAindee khaza-inuAllahi wala aAAlamu alghayba wala
aqoolulakum innee malakun in attabiAAu illa ma yoohailayya qul hal yastawee
al-aAAma walbaseeruafala tatafakkaroon
Indonesian
Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada
padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku
mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa
yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang
melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?"
|
Ayah 6:51 الأية
وَأَنذِرْ بِهِ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَن يُحْشَرُوا إِلَىٰ رَبِّهِمْ ۙ لَيْسَ
لَهُم مِّن دُونِهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Waanthir bihi allatheena yakhafoonaan yuhsharoo ila rabbihim laysa lahum min
doonihiwaliyyun wala shafeeAAun laAAallahum yattaqoon
Indonesian
Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang
takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat), sedang bagi mereka
tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafa'atpun selain daripada Allah, agar
mereka bertakwa.
|
Ayah 6:52 الأية
وَلَا تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ
وَجْهَهُ ۖ مَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِم مِّن شَيْءٍ وَمَا مِنْ حِسَابِكَ
عَلَيْهِم مِّن شَيْءٍ فَتَطْرُدَهُمْ فَتَكُونَ مِنَ الظَّالِمِينَ
Wala tatrudi allatheenayadAAoona rabbahum bilghadati walAAashiyyiyureedoona
wajhahu ma AAalayka min hisabihimmin shay-in wama min hisabika AAalayhim
minshay-in fatatrudahum fatakoona mina aththalimeen
Indonesian
Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang
hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya. Kamu tidak memikul tanggung jawab
sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan merekapun tidak memikul tanggung jawab
sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka,
(sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim).
|
Ayah 6:53 الأية
وَكَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لِّيَقُولُوا أَهَٰؤُلَاءِ مَنَّ اللهُ
عَلَيْهِم مِّن بَيْنِنَا ۗ أَلَيْسَ اللهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَ
Wakathalika fatanna baAAdahumbibaAAdin liyaqooloo ahaola-i manna AllahuAAalayhim
min baynina alaysa Allahu bi-aAAlama bishshakireen
Indonesian
Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang kaya) dengan
sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu)
berkata: "Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah
kepada mereka?" (Allah berfirman): "Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang
orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?"
|
Ayah 6:54 الأية
وَإِذَا جَاءَكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِنَا فَقُلْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ ۖ
كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۖ أَنَّهُ مَنْ عَمِلَ مِنكُمْ
سُوءًا بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِن بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُ غَفُورٌ
رَّحِيمٌ
Wa-itha jaaka allatheenayu/minoona bi-ayatina faqul salamunAAalaykum kataba
rabbukum AAala nafsihi arrahmataannahu man AAamila minkum soo-an bijahalatin
thumma tabamin baAAdihi waaslaha faannahu ghafoorun raheem
Indonesian
Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka
katakanlah: "Salaamun alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih
sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu
lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan
perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
|
Ayah 6:55 الأية
وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ وَلِتَسْتَبِينَ سَبِيلُ الْمُجْرِمِينَ
Wakathalika nufassilu al-ayatiwalitastabeena sabeelu almujrimeen
Indonesian
Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Quran (supaya jelas jalan
orang-orang yang saleh, dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa.
|
Ayah 6:56 الأية
قُلْ إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ اللهِ ۚ قُل
لَّا أَتَّبِعُ أَهْوَاءَكُمْ ۙ قَدْ ضَلَلْتُ إِذًا وَمَا أَنَا مِنَ
الْمُهْتَدِينَ
Qul innee nuheetu an aAAbuda allatheenatadAAoona min dooni Allahi qul la
attabiAAu ahwaakumqad dalaltu ithan wama ana minaalmuhtadeen
Indonesian
Katakanlah: "Sesungguhnya aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah
selain Allah". Katakanlah: "Aku tidak akan mengikuti hawa nafsumu, sungguh
tersesatlah aku jika berbuat demikian dan tidaklah (pula) aku termasuk
orang-orang yang mendapat petunjuk".
|
Ayah 6:57 الأية
قُلْ إِنِّي عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّي وَكَذَّبْتُم بِهِ ۚ مَا عِندِي مَا
تَسْتَعْجِلُونَ بِهِ ۚ إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ يَقُصُّ الْحَقَّ ۖ وَهُوَ
خَيْرُ الْفَاصِلِينَ
Qul innee AAala bayyinatin min rabbeewakaththabtum bihi ma AAindee
matastaAAjiloona bihi ini alhukmu illa lillahiyaqussu alhaqqa wahuwa khayru
alfasileen
Indonesian
Katakanlah: "Sesungguhnya aku berada di atas hujjah yang nyata (Al Quran) dari
Tuhanku, sedang kamu mendustakannya. Tidak ada padaku apa (azab) yang kamu minta
supaya disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia
menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik".
|
Ayah 6:58 الأية
قُل لَّوْ أَنَّ عِندِي مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِ لَقُضِيَ الْأَمْرُ بَيْنِي
وَبَيْنَكُمْ ۗ وَاللهُ أَعْلَمُ بِالظَّالِمِينَ
Qul law anna AAindee matastaAAjiloona bihi laqudiya al-amru baynee wabaynakum
wallahuaAAlamu biththalimeen
Indonesian
Katakanlah: "Kalau sekiranya ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya
disegerakan, tentu telah diselesaikan Allah urusan yang ada antara aku dan kamu.
Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.
|
Ayah 6:59 الأية
وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي
الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا
حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ
مُّبِينٍ
WaAAindahu mafatihu alghaybi layaAAlamuha illa huwa wayaAAlamu ma feealbarri
walbahri wama tasqutu minwaraqatin illa yaAAlamuha wala habbatinfee thulumati
al-ardi wala ratbinwala yabisin illa fee kitabin mubeen
Indonesian
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang
mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di
lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya
(pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu
yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh
Mahfudz)"
|
Ayah 6:60 الأية
وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُم بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُم بِالنَّهَارِ
ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَىٰ أَجَلٌ مُّسَمًّى ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ
مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Wahuwa allathee yatawaffakumbillayli wayaAAlamu ma jarahtum binnaharithumma
yabAAathukum feehi liyuqda ajalun musamman thummailayhi marjiAAukum thumma
yunabbi-okum bima kuntumtaAAmaloon
Indonesian
Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu
kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk
disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu
kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.
|
Ayah 6:61 الأية
وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ ۖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰ
إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ
Wahuwa alqahiru fawqa AAibadihiwayursilu AAalaykum hafathatan hattaitha jaa
ahadakumu almawtu tawaffat-hurusuluna wahum la yufarritoon
Indonesian
Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan
diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian
kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami,
dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.
|
Ayah 6:62 الأية
ثُمَّ رُدُّوا إِلَى اللهِ مَوْلَاهُمُ الْحَقِّ ۚ أَلَا لَهُ الْحُكْمُ وَهُوَ
أَسْرَعُ الْحَاسِبِينَ
Thumma ruddoo ila Allahi mawlahumualhaqqi ala lahu alhukmu wahuwa asraAAu
alhasibeen
Indonesian
Kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang
sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) kepunyaan-Nya. Dan
Dialah Pembuat Perhitungan yang paling cepat.
|
Ayah 6:63 الأية
قُلْ مَن يُنَجِّيكُم مِّن ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ تَدْعُونَهُ تَضَرُّعًا
وَخُفْيَةً لَّئِنْ أَنجَانَا مِنْ هَٰذِهِ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ
Qul man yunajjeekum min thulumatialbarri walbahri tadAAoonahu
tadarruAAanwakhufyatan la-in anjana min hathihilanakoonanna mina ashshakireen
Indonesian
Katakanlah: "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di
laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut
(dengan mengatakan: "Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana)
ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur"".
|
Ayah 6:64 الأية
قُلِ اللهُ يُنَجِّيكُم مِّنْهَا وَمِن كُلِّ كَرْبٍ ثُمَّ أَنتُمْ تُشْرِكُونَ
Quli Allahu yunajjeekum minhawamin kulli karbin thumma antum tushrikoon
Indonesian
Katakanlah: "Allah menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam
kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya".
|
Ayah 6:65 الأية
قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَىٰ أَن يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِّن فَوْقِكُمْ
أَوْ مِن تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُم
بَأْسَ بَعْضٍ ۗ انظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ
Qul huwa alqadiru AAala anyabAAatha AAalaykum AAathaban min fawqikum aw min
tahtiarjulikum aw yalbisakum shiyaAAan wayutheeqa baAAdakumba/sa baAAdin onthur
kayfa nusarrifual-ayati laAAallahum yafqahoon
Indonesian
Katakanlah: "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas
kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan
(yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan
sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda
kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)".
|
Ayah 6:66 الأية
وَكَذَّبَ بِهِ قَوْمُكَ وَهُوَ الْحَقُّ ۚ قُل لَّسْتُ عَلَيْكُم بِوَكِيلٍ
Wakaththaba bihi qawmuka wahuwa alhaqququl lastu AAalaykum biwakeel
Indonesian
Dan kaummu mendustakannya (azab) padahal azab itu benar adanya. Katakanlah: "Aku
ini bukanlah orang yang diserahi mengurus urusanmu".
|
Ayah 6:67 الأية
لِّكُلِّ نَبَإٍ مُّسْتَقَرٌّ ۚ وَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
Likulli naba-in mustaqarrun wasawfataAAlamoon
Indonesian
Untuk setiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan
kelak kamu akan mengetahui.
|
Ayah 6:68 الأية
وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ
يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ وَإِمَّا يُنسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا
تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَىٰ مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Wa-itha raayta allatheenayakhoodoona fee ayatina faaAAridAAanhum hatta yakhoodoo
fee hadeethinghayrihi wa-imma yunsiyannaka ashshaytanufala taqAAud baAAda
aththikra maAAaalqawmi aththalimeen
Indonesian
Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka
tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan
jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk
bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).
|
Ayah 6:69 الأية
وَمَا عَلَى الَّذِينَ يَتَّقُونَ مِنْ حِسَابِهِم مِّن شَيْءٍ وَلَٰكِن ذِكْرَىٰ
لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Wama AAala allatheenayattaqoona min hisabihim min shay-in walakinthikra
laAAallahum yattaqoon
Indonesian
Dan tidak ada pertanggungjawaban sedikitpun atas orang-orang yang bertakwa
terhadap dosa mereka; akan tetapi (kewajiban mereka ialah) mengingatkan agar
mereka bertakwa.
|
Ayah 6:70 الأية
وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ
الدُّنْيَا ۚ وَذَكِّرْ بِهِ أَن تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِن
دُونِ اللهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ وَإِن تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَّا يُؤْخَذْ
مِنْهَا ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُوا ۖ لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ
حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ
Wathari allatheena ittakhathoodeenahum laAAiban walahwan wagharrat-humu
alhayatuaddunya wathakkir bihi an tubsala nafsunbima kasabat laysa laha min
dooni Allahiwaliyyun wala shafeeAAun wa-in taAAdil kulla AAadlin layu/khath
minha ola-ika allatheenaobsiloo bima kasaboo lahum sharabun min
hameeminwaAAathabun aleemun bima kanoo yakfuroon
Indonesian
Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main
dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah
(mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam
neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak
pula pemberi syafa'at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala
macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah
orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman
dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka
dahulu.
|
Ayah 6:71 الأية
قُلْ أَنَدْعُو مِن دُونِ اللهِ مَا لَا يَنفَعُنَا وَلَا يَضُرُّنَا وَنُرَدُّ
عَلَىٰ أَعْقَابِنَا بَعْدَ إِذْ هَدَانَا اللهُ كَالَّذِي اسْتَهْوَتْهُ
الشَّيَاطِينُ فِي الْأَرْضِ حَيْرَانَ لَهُ أَصْحَابٌ يَدْعُونَهُ إِلَى الْهُدَى
ائْتِنَا ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۖ وَأُمِرْنَا لِنُسْلِمَ
لِرَبِّ الْعَالَمِينَ
Qul anadAAoo min dooni Allahi mala yanfaAAuna wala yadurrunawanuraddu AAala
aAAqabina baAAda ithhadana Allahu kallathee istahwat-huashshayateenu fee al-ardi
hayranalahu as-habun yadAAoonahu ila alhudai/tina qul inna huda Allahi huwa
alhudawaomirna linuslima lirabbi alAAalameen
Indonesian
Katakanlah: "Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak
dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan
kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang, sesudah
Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh
syaitan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai
kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan):
"Marilah ikuti kami". Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang
sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan
semesta alam,
|
Ayah 6:72 الأية
وَأَنْ أَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَاتَّقُوهُ ۚ وَهُوَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
Waan aqeemoo assalatawattaqoohu wahuwa allathee ilayhi tuhsharoon
Indonesian
dan agar mendirikan sembahyang serta bertakwa kepada-Nya". Dan Dialah Tuhan yang
kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan.
|
Ayah 6:73 الأية
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۖ وَيَوْمَ يَقُولُ
كُن فَيَكُونُ ۚ قَوْلُهُ الْحَقُّ ۚ وَلَهُ الْمُلْكُ يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ
ۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ
Wahuwa allathee khalaqa assamawatiwal-arda bilhaqqi wayawma yaqoolukun fayakoonu
qawluhu alhaqqu walahu almulku yawmayunfakhu fee assoori AAalimu alghaybi
washshahadatiwahuwa alhakeemu alkhabeer
Indonesian
Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah
perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: "Jadilah, lalu terjadilah", dan di
tangan-Nya-lah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang
ghaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
|
Ayah 6:74 الأية
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آلِهَةً ۖ
إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ
Wa-ith qala ibraheemuli-abeehi azara atattakhithu asnaman alihataninnee araka
waqawmaka fee dalalin mubeen
Indonesian
Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, "Pantaskah kamu
menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu
dan kaummu dalam kesesatan yang nyata".
|
Ayah 6:75 الأية
وَكَذَٰلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلِيَكُونَ
مِنَ الْمُوقِنِينَ
Wakathalika nuree ibraheemamalakoota assamawati wal-ardiwaliyakoona mina
almooqineen
Indonesian
Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang
terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk
orang yang yakin.
|
Ayah 6:76 الأية
فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَىٰ كَوْكَبًا ۖ قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ
فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآفِلِينَ
Falamma janna AAalayhi allaylu raakawkaban qala hatha rabbee falamma afala
qalala ohibbu al-afileen
Indonesian
Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah
Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka
kepada yang tenggelam".
|
Ayah 6:77 الأية
فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ
لَئِن لَّمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ
Falamma raa alqamara bazighanqala hatha rabbee falamma afala qalala-in lam
yahdinee rabbee laakoonanna mina alqawmi addalleen
Indonesian
Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi
setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak
memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat".
|
Ayah 6:78 الأية
فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَٰذَا رَبِّي هَٰذَا أَكْبَرُ ۖ
فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ
Falamma raa ashshamsabazighatan qala hatha rabbee hathaakbaru falamma afalat
qala ya qawmi inneebaree-on mimma tushrikoon
Indonesian
Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini
yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku,
sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.
|
Ayah 6:79 الأية
إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا ۖ
وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Innee wajjahtu wajhiya lillathee fataraassamawati wal-arda haneefanwama ana mina
almushrikeen
Indonesian
Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan
bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk
orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.
|
Ayah 6:80 الأية
وَحَاجَّهُ قَوْمُهُ ۚ قَالَ أَتُحَاجُّونِّي فِي اللهِ وَقَدْ هَدَانِ ۚ وَلَا
أَخَافُ مَا تُشْرِكُونَ بِهِ إِلَّا أَن يَشَاءَ رَبِّي شَيْئًا ۗ وَسِعَ رَبِّي
كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا ۗ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ
Wahajjahu qawmuhu qala atuhajjoonneefee Allahi waqad hadani wala akhafu
matushrikoona bihi illa an yashaa rabbee shay-anwasiAAa rabbee kulla shay-in
AAilman afala tatathakkaroon
Indonesian
Dan dia dibantah oleh kaumnya. Dia berkata: "Apakah kamu hendak membantah
tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku". Dan
aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu
persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari
malapetaka) itu. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu
tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya)?"
|
Ayah 6:81 الأية
وَكَيْفَ أَخَافُ مَا أَشْرَكْتُمْ وَلَا تَخَافُونَ أَنَّكُمْ أَشْرَكْتُم
بِاللهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا ۚ فَأَيُّ الْفَرِيقَيْنِ
أَحَقُّ بِالْأَمْنِ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Wakayfa akhafu ma ashraktumwala takhafoona annakum ashraktum billahima lam
yunazzil bihi AAalaykum sultanan faayyualfareeqayni ahaqqu bil-amni in kuntum
taAAlamoon
Indonesian
Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan
Allah), padahal kamu tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang
Allah sendiri tidak menurunkan hujjah kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. Maka
manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak memperoleh keamanan (dari
malapetaka), jika kamu mengetahui?
|
Ayah 6:82 الأية
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ
الْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ
Allatheena amanoo walamyalbisoo eemanahum bithulmin ola-ikalahumu al-amnu wahum
muhtadoon
Indonesian
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman
(syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang
yang mendapat petunjuk.
|
Ayah 6:83 الأية
وَتِلْكَ حُجَّتُنَا آتَيْنَاهَا إِبْرَاهِيمَ عَلَىٰ قَوْمِهِ ۚ نَرْفَعُ
دَرَجَاتٍ مَّن نَّشَاءُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ
Watilka hujjatuna ataynahaibraheema AAala qawmihi narfaAAu darajatinman nashao
inna rabbaka hakeemun AAaleem
Indonesian
Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi
kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya
Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
|
Ayah 6:84 الأية
وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ ۚ كُلًّا هَدَيْنَا ۚ وَنُوحًا هَدَيْنَا
مِن قَبْلُ ۖ وَمِن ذُرِّيَّتِهِ دَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ وَأَيُّوبَ وَيُوسُفَ
وَمُوسَىٰ وَهَارُونَ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ
Wawahabna lahu ishaqawayaAAqooba kullan hadayna wanoohan hadaynamin qablu wamin
thurriyyatihi dawooda wasulaymanawaayyooba wayoosufa wamoosa waharoona
wakathalikanajzee almuhsineen
Indonesian
Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Ya'qub kepadanya. Kepada keduanya
masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah
Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud,
Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada
orang-orang yang berbuat baik.
|
Ayah 6:85 الأية
وَزَكَرِيَّا وَيَحْيَىٰ وَعِيسَىٰ وَإِلْيَاسَ ۖ كُلٌّ مِّنَ الصَّالِحِينَ
Wazakariyya wayahyawaAAeesa walyasa kullun mina assaliheen
Indonesian
dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang shaleh.
|
Ayah 6:86 الأية
وَإِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَيُونُسَ وَلُوطًا ۚ وَكُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى
الْعَالَمِينَ
Wa-ismaAAeela walyasaAAawayoonusa walootan wakullan faddalna AAalaalAAalameen
Indonesian
dan Ismail, Alyasa', Yunus dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di
atas umat (di masanya),
|
Ayah 6:87 الأية
وَمِنْ آبَائِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَإِخْوَانِهِمْ ۖ وَاجْتَبَيْنَاهُمْ
وَهَدَيْنَاهُمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Wamin aba-ihim wathurriyyatihimwa-ikhwanihim wajtabaynahum wahadaynahumila
siratin mustaqeem
Indonesian
Dan Kami lebihkan (pula) derajat sebahagian dari bapak-bapak mereka, keturunan
dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi
nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
|
Ayah 6:88 الأية
ذَٰلِكَ هُدَى اللهِ يَهْدِي بِهِ مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَلَوْ
أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Thalika huda Allahiyahdee bihi man yashao min AAibadihi walaw ashrakoolahabita
AAanhum ma kanoo yaAAmaloon
Indonesian
Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang
dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan
Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.
|
Ayah 6:89 الأية
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ۚ فَإِن
يَكْفُرْ بِهَا هَٰؤُلَاءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَّيْسُوا بِهَا
بِكَافِرِينَ
Ola-ika allatheena ataynahumualkitaba walhukma wannubuwwatafa-in yakfur biha
haola-i faqad wakkalnabiha qawman laysoo biha bikafireen
Indonesian
Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmat dan kenabian
Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka sesungguhnya Kami akan
menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya.
|
Ayah 6:90 الأية
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللهُ ۖ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ ۗ قُل لَّا
أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْعَالَمِينَ
Ola-ika allatheena hadaAllahu fabihudahumu iqtadih qul la as-alukumAAalayhi
ajran in huwa illa thikra lilAAalameen
Indonesian
Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah
petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan
(Al-Quran)". Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat.
|
Ayah 6:91 الأية
وَمَا قَدَرُوا اللهَ حَقَّ قَدْرِهِ إِذْ قَالُوا مَا أَنزَلَ اللهُ عَلَىٰ
بَشَرٍ مِّن شَيْءٍ ۗ قُلْ مَنْ أَنزَلَ الْكِتَابَ الَّذِي جَاءَ بِهِ مُوسَىٰ
نُورًا وَهُدًى لِّلنَّاسِ ۖ تَجْعَلُونَهُ قَرَاطِيسَ تُبْدُونَهَا وَتُخْفُونَ
كَثِيرًا ۖ وَعُلِّمْتُم مَّا لَمْ تَعْلَمُوا أَنتُمْ وَلَا آبَاؤُكُمْ ۖ قُلِ
اللهُ ۖ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ
Wama qadaroo Allaha haqqaqadrihi ith qaloo ma anzala AllahuAAala basharin min
shay-in qul man anzala alkitabaallathee jaa bihi moosa nooran wahudan
linnasitajAAaloonahu qarateesa tubdoonaha watukhfoonakatheeran waAAullimtum ma
lam taAAlamoo antum wala abaokumquli Allahu thumma tharhum fee
khawdihimyalAAaboon
Indonesian
Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya, di kala
mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia". Katakanlah:
"Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya
dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang
bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian
besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu
tidak mengetahui(nya)?" Katakanlah: "Allah-lah (yang menurunkannya)", kemudian
(sesudah kamu menyampaikan Al Quran kepada mereka), biarkanlah mereka
bermain-main dalam kesesatannya.
|
Ayah 6:92 الأية
وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُّصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ
وَلِتُنذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا ۚ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ
بِالْآخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ
Wahatha kitabun anzalnahumubarakun musaddiqu allathee bayna yadayhiwalitunthira
omma alqura waman hawlahawallatheena yu/minoona bil-akhiratiyu/minoona bihi
wahum AAala salatihim yuhafithoon
Indonesian
Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi;
membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi
peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar
lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu
beriman kepadanya (Al Quran) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.
|
Ayah 6:93 الأية
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِيَ
إِلَيَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَيْءٌ وَمَن قَالَ سَأُنزِلُ مِثْلَ مَا أَنزَلَ
اللهُ ۗ وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ
وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنفُسَكُمُ ۖ الْيَوْمَ
تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللهِ غَيْرَ
الْحَقِّ وَكُنتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ
Waman athlamu mimmani iftaraAAala Allahi kathiban aw qala oohiyailayya walam
yooha ilayhi shay-on waman qalasaonzilu mithla ma anzala Allahu walaw taraithi
aththalimoona fee ghamaratialmawti walmala-ikatu basitooaydeehim akhrijoo
anfusakumu alyawma tujzawna AAathabaalhooni bima kuntum taqooloona AAala
Allahighayra alhaqqi wakuntum AAan ayatihitastakbiroon
Indonesian
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap
Allah atau yang berkata: "Telah diwahyukan kepada saya", padahal tidak ada
diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: "Saya akan menurunkan
seperti apa yang diturunkan Allah". Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat
di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para
malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu" Di
hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu
mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu
menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.
|
Ayah 6:94 الأية
وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَادَىٰ كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَتَرَكْتُم
مَّا خَوَّلْنَاكُمْ وَرَاءَ ظُهُورِكُمْ ۖ وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَاءَكُمُ
الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَاءُ ۚ لَقَد تَّقَطَّعَ بَيْنَكُمْ
وَضَلَّ عَنكُم مَّا كُنتُمْ تَزْعُمُونَ
Walaqad ji/tumoona furadakama khalaqnakum awwala marratin wataraktum
makhawwalnakum waraa thuhoorikum wamanara maAAakum shufaAAaakumu
allatheenazaAAamtum annahum feekum shurakao laqad taqattaAAabaynakum wadalla
AAankum ma kuntum tazAAumoon
Indonesian
Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami
ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang
telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi
syafa'at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu.
Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu
apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah).
|
Ayah 6:95 الأية
إِنَّ اللهَ فَالِقُ الْحَبِّ وَالنَّوَىٰ ۖ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ
وَمُخْرِجُ الْمَيِّتِ مِنَ الْحَيِّ ۚ ذَٰلِكُمُ اللهُ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ
Inna Allaha faliqu alhabbiwannawa yukhriju alhayya mina almayyitiwamukhriju
almayyiti mina alhayyi thalikumu Allahufaanna tu/fakoon
Indonesian
Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia
mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang
hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih
berpaling?
|
Ayah 6:96 الأية
فَالِقُ الْإِصْبَاحِ وَجَعَلَ اللَّيْلَ سَكَنًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ
حُسْبَانًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ
Faliqu al-isbahiwajaAAala allayla sakanan washshamsa walqamara husbananthalika
taqdeeru alAAazeezi alAAaleem
Indonesian
Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan
(menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang
Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
|
Ayah 6:97 الأية
وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ النُّجُومَ لِتَهْتَدُوا بِهَا فِي ظُلُمَاتِ
الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
Wahuwa allathee jaAAala lakumu annujoomalitahtadoo biha fee thulumati
albarriwalbahri qad fassalna al-ayatiliqawmin yaAAlamoon
Indonesian
Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya
petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah
menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.
|
Ayah 6:98 الأية
وَهُوَ الَّذِي أَنشَأَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ فَمُسْتَقَرٌّ وَمُسْتَوْدَعٌ ۗ
قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَفْقَهُونَ
Wahuwa allathee anshaakum min nafsinwahidatin famustaqarrun wamustawdaAAun qad
fassalnaal-ayati liqawmin yafqahoon
Indonesian
Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri, maka (bagimu) ada tempat
tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda
kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui.
|
Ayah 6:99 الأية
وَهُوَ الَّذِي أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ
شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُّخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُّتَرَاكِبًا وَمِنَ
النَّخْلِ مِن طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِّنْ أَعْنَابٍ
وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۗ انظُرُوا إِلَىٰ
ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكُمْ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ
يُؤْمِنُونَ
Wahuwa allathee anzala mina assama-imaan faakhrajna bihi nabata kulli
shay-infaakhrajna minhu khadiran nukhriju minhu habbanmutarakiban wamina
annakhli min talAAihaqinwanun daniyatun wajannatin min aAAnabinwazzaytoona
warrummana mushtabihanwaghayra mutashabihin onthuroo ilathamarihi itha athmara
wayanAAihi inna fee thalikumlaayatin liqawmin yu/minoon
Indonesian
Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air
itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu
tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir
yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan
kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan
yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan
(perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada
tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.
|
Ayah 6:100 الأية
وَجَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ الْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ ۖ وَخَرَقُوا لَهُ بَنِينَ
وَبَنَاتٍ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ
WajaAAaloo lillahi shurakaaaljinna wakhalaqahum wakharaqoo lahu baneena
wabanatinbighayri AAilmin subhanahu wataAAala AAammayasifoon
Indonesian
Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal
Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan
mengatakan): "Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan", tanpa
(berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat
yang mereka berikan.
|
Ayah 6:101 الأية
بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُن
لَّهُ صَاحِبَةٌ ۖ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
BadeeAAu assamawatiwal-ardi anna yakoonu lahu waladun walamtakun lahu sahibatun
wakhalaqa kulla shay-in wahuwabikulli shay-in AAaleem
Indonesian
Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak
mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala
sesuatu.
|
Ayah 6:102 الأية
ذَٰلِكُمُ اللهُ رَبُّكُمْ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ
فَاعْبُدُوهُ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ
Thalikumu Allahu rabbukum lailaha illa huwa khaliqu kulli shay-in
faAAbudoohuwahuwa AAala kulli shay-in wakeel
Indonesian
(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada
Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah
Pemelihara segala sesuatu.
|
Ayah 6:103 الأية
لَّا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ ۖ وَهُوَ اللَّطِيفُ
الْخَبِيرُ
La tudrikuhu al-absaru wahuwayudriku al-absara wahuwa allateefu alkhabeer
Indonesian
Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala
yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
|
Ayah 6:104 الأية
قَدْ جَاءَكُم بَصَائِرُ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَنْ أَبْصَرَ فَلِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ
عَمِيَ فَعَلَيْهَا ۚ وَمَا أَنَا عَلَيْكُم بِحَفِيظٍ
Qad jaakum basa-iru minrabbikum faman absara falinafsihi waman AAamiya
faAAalayhawama ana AAalaykum bihafeeth
Indonesian
Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa
melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa
buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan
aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).
|
Ayah 6:105 الأية
وَكَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ وَلِيَقُولُوا دَرَسْتَ وَلِنُبَيِّنَهُ لِقَوْمٍ
يَعْلَمُونَ
Wakathalika nusarrifu al-ayatiwaliyaqooloo darasta walinubayyinahu liqawmin
yaAAlamoon
Indonesian
Demikianlah Kami mengulang-ulangi ayat-ayat Kami supaya (orang-orang yang
beriman mendapat petunjuk) dan supaya orang-orang musyrik mengatakan: "Kamu
telah mempelajari ayat-ayat itu (dari Ahli Kitab)", dan supaya Kami menjelaskan
Al Quran itu kepada orang-orang yang mengetahui.
|
Ayah 6:106 الأية
اتَّبِعْ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ
وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ
IttabiAA ma oohiya ilayka minrabbika la ilaha illa huwa waaAAridAAani
almushrikeen
Indonesian
Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu; tidak ada Tuhan selain
Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.
|
Ayah 6:107 الأية
وَلَوْ شَاءَ اللهُ مَا أَشْرَكُوا ۗ وَمَا جَعَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا ۖ
وَمَا أَنتَ عَلَيْهِم بِوَكِيلٍ
Walaw shaa Allahu maashrakoo wama jaAAalnaka AAalayhim hafeethanwama anta
AAalayhim biwakeel
Indonesian
Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak memperkutukan(Nya). Dan Kami
tidak menjadikan kamu pemelihara bagi mereka; dan kamu sekali-kali bukanlah
pemelihara bagi mereka.
|
Ayah 6:108 الأية
وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللهِ فَيَسُبُّوا اللهَ
عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ
إِلَىٰ رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Wala tasubboo allatheenayadAAoona min dooni Allahi fayasubboo AllahaAAadwan
bighayri AAilmin kathalika zayyanna likulliommatin AAamalahum thumma ila
rabbihim marjiAAuhumfayunabbi-ohum bima kanoo yaAAmaloon
Indonesian
Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah,
karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.
Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian
kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa
yang dahulu mereka kerjakan.
|
Ayah 6:109 الأية
وَأَقْسَمُوا بِاللهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ لَئِن جَاءَتْهُمْ آيَةٌ
لَّيُؤْمِنُنَّ بِهَا ۚ قُلْ إِنَّمَا الْآيَاتُ عِندَ اللهِ ۖ وَمَا
يُشْعِرُكُمْ أَنَّهَا إِذَا جَاءَتْ لَا يُؤْمِنُونَ
Waaqsamoo billahi jahda aymanihimla-in jaat-hum ayatun layu/minunna biha
qulinnama al-ayatu AAinda Allahi wamayushAAirukum annaha itha jaat layu/minoon
Indonesian
Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa sungguh jika
datang kepada mereka sesuatu mu jizat, pastilah mereka beriman kepada-Nya.
Katakanlah: "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah". Dan
apakah yang memberitahukan kepadamu bahwa apabila mukjizat datang mereka tidak
akan beriman.
|
Ayah 6:110 الأية
وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ
مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ
Wanuqallibu af-idatahum waabsarahumkama lam yu/minoo bihi awwala marratin
wanatharuhumfee tughyanihim yaAAmahoon
Indonesian
Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka
belum pernah beriman kepadanya (Al Quran) pada permulaannya, dan Kami biarkan
mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.
|
Ayah 6:111 الأية
وَلَوْ أَنَّنَا نَزَّلْنَا إِلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتَىٰ
وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلًا مَّا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا إِلَّا أَن
يَشَاءَ اللهُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُونَ
Walaw annana nazzalnailayhimu almala-ikata wakallamahumu almawta
wahasharnaAAalayhim kulla shay-in qubulan ma kanoo liyu/minooilla an yashaa
Allahu walakinnaaktharahum yajhaloon
Indonesian
Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah
mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan
mereka, niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah
menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
|
Ayah 6:112 الأية
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنسِ وَالْجِنِّ
يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ
رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
Wakathalika jaAAalna likullinabiyyin AAaduwwan shayateena al-insi waljinni
yooheebaAAduhum ila baAAdin zukhrufa alqawlighurooran walaw shaa rabbuka ma
faAAaloohu fatharhumwama yaftaroon
Indonesian
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu
syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka
membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah
untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak
mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
|
Ayah 6:113 الأية
وَلِتَصْغَىٰ إِلَيْهِ أَفْئِدَةُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ
وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوا مَا هُم مُّقْتَرِفُونَ
Walitasgha ilayhi af-idatuallatheena la yu/minoona bil-akhiratiwaliyardawhu
waliyaqtarifoo ma hum muqtarifoon
Indonesian
Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan
akhirat cenderung kepada bisikan itu, mereka merasa senang kepadanya dan supaya
mereka mengerjakan apa yang mereka (syaitan) kerjakan.
|
Ayah 6:114 الأية
أَفَغَيْرَ اللهِ أَبْتَغِي حَكَمًا وَهُوَ الَّذِي أَنزَلَ إِلَيْكُمُ
الْكِتَابَ مُفَصَّلًا ۚ وَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْلَمُونَ أَنَّهُ
مُنَزَّلٌ مِّن رَّبِّكَ بِالْحَقِّ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ
Afaghayra Allahi abtaghee hakamanwahuwa allathee anzala ilaykumu alkitaba
mufassalanwallatheena ataynahumu alkitabayaAAlamoona annahu munazzalun min
rabbika bilhaqqifala takoonanna mina almumtareen
Indonesian
Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah
menurunkan kitab (Al Quran) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah
Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quran itu
diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali
termasuk orang yang ragu-ragu.
|
Ayah 6:115 الأية
وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا ۚ لَّا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ ۚ
وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Watammat kalimatu rabbika sidqanwaAAadlan la mubaddila likalimatihi wahuwa
assameeAAualAAaleem
Indonesian
Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan
adil. Tidak ada yang dapat merubah rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dialah yang
Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui.
|
Ayah 6:116 الأية
وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللهِ ۚ إِن
يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
Wa-in tutiAA akthara man fee al-ardiyudillooka AAan sabeeli Allahi in
yattabiAAoona illaaththanna wa-in hum illa yakhrusoon
Indonesian
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya
mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti
persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).
|
Ayah 6:117 الأية
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ مَن يَضِلُّ عَن سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ
بِالْمُهْتَدِينَ
Inna rabbaka huwa aAAlamu man yadilluAAan sabeelihi wahuwa aAAlamu bilmuhtadeen
Indonesian
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat
dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang orang yang mendapat
petunjuk.
|
Ayah 6:118 الأية
فَكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ إِن كُنتُم بِآيَاتِهِ مُؤْمِنِينَ
Fakuloo mimma thukira ismuAllahi AAalayhi in kuntum bi-ayatihimu/mineen
Indonesian
Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika
menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya.
|
Ayah 6:119 الأية
وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ وَقَدْ
فَصَّلَ لَكُم مَّا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ ۗ
وَإِنَّ كَثِيرًا لَّيُضِلُّونَ بِأَهْوَائِهِم بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ
هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُعْتَدِينَ
Wama lakum alla ta/kuloo mimmathukira ismu Allahi AAalayhi waqad fassalalakum ma
harrama AAalaykum illa ma idturirtumilayhi wa-inna katheeran layudilloona
bi-ahwa-ihimbighayri AAilmin inna rabbaka huwa aAAlamu bilmuAAtadeen
Indonesian
Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama
Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada
kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya.
Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang
lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah
yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.
|
|